<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Wisata Bali Panduan Wisata di Pulau Bali - Sewa Mobil Murah - Jalan-jalan ke Bali</title>
	<atom:link href="http://www.wisatabali.net/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wisatabali.net</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Mar 2010 16:07:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>10 Tempat Wisata Alam yang Wajib Dikunjungi di Bali</title>
		<link>http://www.wisatabali.net/perjalanan-wisata/10-tempat-wisata-alam-yang-wajib-dikunjungi-di-bali.html</link>
		<comments>http://www.wisatabali.net/perjalanan-wisata/10-tempat-wisata-alam-yang-wajib-dikunjungi-di-bali.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 16:01:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wisatabali.net/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Sudah mantap kan mau berwisata ke Bali? Nah buat kamu yang ingin menikmati keindahan pulau Bali dari sisi obyek wisata alamnya berikut kami sarikan 10 obyek wisata alam yang paling menarik di Bali. Simak aja ya. Top 10 obyek wisata alam ini tidak diurut berdasarkan menarik atau tidaknya tempat wisata ini.
1. Uluwatu
Berada di ujung selatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah mantap kan mau berwisata ke Bali? Nah buat kamu yang ingin menikmati keindahan pulau Bali dari sisi obyek wisata alamnya berikut kami sarikan 10 obyek wisata alam yang paling menarik di Bali. Simak aja ya. Top 10 obyek wisata alam ini tidak diurut berdasarkan menarik atau tidaknya tempat wisata ini.</p>
<p><strong>1. Uluwatu</strong></p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-133 aligncenter" title="Uluwatu Bali" src="http://www.wisatabali.net/wp-content/uploads/2010/03/DSC09548.jpg" alt="Uluwatu Bali, Kecak &amp; Pura Uluwatu" width="333" height="442" />Berada di ujung selatan pulau Bali, merupakan kawasan tempat suci. Pemandangan yang ditawarkan adalah tebing yang curam, diujungnya ada sebuah pura yang merupakan salah satu pura terpenting di Pulau Bali, yaitu Pura Uluwatu. Pemandangan dari tempat ini sungguh kombinasi yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Ombak laut selatan yang menghantam dinding-dinding karang memciptakan buih-buih putih yang menakjubkan.</p>
<p>Pura uluwatu yang berdiri persis di ujung karang memberikan gambaran, bahwa dari jaman dahulu kala masyarakat Bali mempunyai nilai rasa yang tinggi terhadap seni dan arsitektur. Mereka sudah mampu memikirkan tempat yang aman dan kokoh untuk membangun tempat suci. Jika sekarang investor berlomba-lomba membangun villa di sepanjang karang daerah Uluwatu, masyarakat Bali sejak dahulu sudah memperhitungkan keindahan daerah sekitar Uluwatu ini.</p>
<p>Sore hari ketika sang senja menjelang, warna jingga yang dipancarkan matahari sore memberikan suasana sunset yang setiap hari diiringi oleh tarian khas Bali, kecak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatabali.net/perjalanan-wisata/10-tempat-wisata-alam-yang-wajib-dikunjungi-di-bali.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Paket Kintamani Tour (Paket Tour 1 Hari)</title>
		<link>http://www.wisatabali.net/paket-tour/paket-1-hari/paket-kintamani-tour-paket-tour-1-hari.html</link>
		<comments>http://www.wisatabali.net/paket-tour/paket-1-hari/paket-kintamani-tour-paket-tour-1-hari.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 16:36:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Paket 1 Hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wisatabali.net/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[
Merupakan tour yang paling populer, sebagian besar wisatawan baik domestic maupun mancanegara tidak akan melewatkan tour ini, Yang menjadi daya tarik tour ini adalah kombinasi antara pemandangan alam dan tradisi/budaya Bali yang dapat dinikmati selama perjalanan ini.
Tidak ketinggalan pula tempat-tempat penting dan bersejarah dilewati sepanjang perjalanan dalam tour ini. Bisa dikatakan tour ini kaya akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Merupakan tour yang paling populer, sebagian besar wisatawan baik domestic maupun mancanegara tidak akan melewatkan tour ini, Yang menjadi daya tarik tour ini adalah kombinasi antara pemandangan alam dan tradisi/budaya Bali yang dapat dinikmati selama perjalanan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ketinggalan pula tempat-tempat penting dan bersejarah dilewati sepanjang perjalanan dalam tour ini. Bisa dikatakan tour ini kaya akan pemadangan alam, tradisi, arsitektur khas Bali, sejarah dan kermahan alamai masyarakat Bali.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut rencana perjalanan untuk tour ini:</p>
<p style="text-align: justify;">Batubulan	: Menonton tari Barong dan Keris<br />
Celuk	: Kerajinan Emas dan Perak<br />
Mas	: Pusatnya ukir-ukiran dan patung Bali<br />
Tampaksiring	: Pura dengan sumber mata air suci<br />
Kintamani	: Pemandangan gunung berapi dan Danau Batur (Sambil menikmati makan siang)<br />
Ubud	: Perkumpulan para seniman lukis Bali<br />
Sukawati	: Kerajinan-kerajinan dan oleh-oleh khas Bali</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatabali.net/paket-tour/paket-1-hari/paket-kintamani-tour-paket-tour-1-hari.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menikmati Kecak &amp; Sunset di Uluwatu</title>
		<link>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/badung/menikmati-kecak-sunset-di-uluwatu.html</link>
		<comments>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/badung/menikmati-kecak-sunset-di-uluwatu.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 09:03:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Badung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wisatabali.net/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Uluwatu berada di ujung selatan pulau Bali. Sekitar 1 jam perjalanan dari Kuta. Disini terdapat sebuah pura yang sangat penting bagi masyarakat Hindu khususnya di Bali. Sebuah pura yang menjulang di atas karang, langsung berhadapan dengan Samudera Hindia, memberikan  pemandangan yang luar biasa. Belum lagi jika suasananya dinikmati saat senja kala, ketika matahari sudah berjalan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Uluwatu berada di ujung selatan pulau Bali. Sekitar 1 jam perjalanan dari Kuta. Disini terdapat sebuah pura yang sangat penting bagi masyarakat Hindu khususnya di Bali. Sebuah pura yang menjulang di atas karang, langsung berhadapan dengan Samudera Hindia, memberikan  pemandangan yang luar biasa. Belum lagi jika suasananya dinikmati saat senja kala, ketika matahari sudah berjalan menuju peraduan. Pemandangan akan semakin memikat, karena warna merah keemasan matahari yang siap terbenam memantul ke Samudera Hindia, memberikan satu kombinasi warna dan pemandangan matahari terbenam (Sunset) tiada duanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tempat ini biasanya banyak dikujungi pada sore hari antara jam 5 sampai jam 7 malam. Kenapa?  Karena pada sore hari Anda akan disuguhi:</p>
<p style="text-align: justify;">- pemandangan matahari terbenam<br />
- tari kecak<br />
- habis menonton tarian kecak, biasanya Anda akan diantarkan untuk menikmati berbagai masakan laut di Pantai Jimbaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, klop kan?<br />
 <br />
<strong>Informasi: </strong><br />
- tiket untuk menonton kecak saat ini Rp. 50,000/orang <br />
- hati-hati dengan monyet yang banyak berkeliaran di sekitar pura. Sebaiknya tidak menggunakan: kacamata, anting-anting, topi, kalung dan sejenisnya yang gampang dirampas oleh monyet. </p>
<p style="text-align: justify;">Oh ya, ini ada cerita sedikit mengenai tari kecak dan Pura Uluwatu.</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>Tari Kecak (tulisan bersumber dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Kecak" target="_blank">sini</a>)</strong></p>
<p style="text-align: justify; "><strong></strong><a href="http://www.wisatabali.net/wp-content/uploads/2009/02/kecak1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-99" title="kecak1" src="http://www.wisatabali.net/wp-content/uploads/2009/02/kecak1.jpg" alt="kecak1" width="200" height="300" /></a><br />
<strong></strong>Kecak (pelafalan: /&#8217;ke.tʃak/, secara kasar &#8220;KEH-chahk&#8221;, pengejaan alternatif: Ketjak, Ketjack, dan Ketiak), adalah pertunjukan seni khasBali yang diciptakan pada tahun 1930-an dan dimainkan terutama oleh laki-laki. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan &#8220;cak&#8221; dan mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana. Namun demikian, Kecak berasal dari ritualsanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar[1], melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify; ">Para penari yang duduk melingkar tersebut mengenakan kain kotak-kotak seperti papan catur melingkari pinggang mereka. Selain para penari itu, ada pula para penari lain yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sugriwa.</p>
<p style="text-align: justify; ">Lagu tari Kecak diambil dari ritual tarian sanghyang. Selain itu, tidak digunakan alat musik. Hanya digunakan kincringan yang dikenakan pada kaki penari yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana.</p>
<p style="text-align: justify; ">Sekitar tahun 1930-an Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari Kecak berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak mempopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya.</p>
<p style="text-align: justify; "> </p>
<p style="text-align: justify; "><strong>Pura Luhur Uluwatu (tulisan diambil dari <a href="http://www.agnihoma.org/2008-03-10-01-02-35/87-dharma-yatra/126-pura-luhur-uluwatu-tempat-pemujaan-dewa-rudra.html" target="_blank">sini</a>)</strong></p>
<p style="text-align: justify; "><strong><a href="http://www.wisatabali.net/wp-content/uploads/2009/02/uluwatu.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-100" title="uluwatu" src="http://www.wisatabali.net/wp-content/uploads/2009/02/uluwatu.jpg" alt="uluwatu" width="600" height="360" /></a></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pura Luhur Uluwatu merupakan salah satu dari enam buah pura yang berstatus Sad Kahyangan Jagat. Pura ini berdiri megah di ujung barat daya Pulau Bali di atas anjungan batu karang yang terjal dan tinggi serta menjorok ke laut.</p>
<p style="text-align: justify;">Pura Luhur Uluwatu merupakan salah satu dari enam buah pura yang berstatus Sad Kahyangan Jagat. Pura ini berdiri megah di ujung barat daya Pulau Bali di atas anjungan batu karang yang terjal dan tinggi serta menjorok ke laut.</p>
<p style="text-align: justify;">Pura ini berada di wilayah Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Badung &#8212; dari Denpasar ke selatan sekitar 31 km.</p>
<p style="text-align: justify;">Pura Uluwatu terletak pada ketinggian 97 meter dari permukaan laut. Di depan pura terdapat hutan kecil yang disebut alas kekeran, berfungsi sebagai penyangga kesucian pura.</p>
<p style="text-align: justify;">Pura Uluwatu mempunyai beberapa pura pesanakan, yaitu pura yang erat kaitannya dengan pura induk. Pura pesanakan itu yaitu Pura Bajurit, Pura Pererepan, Pura Kulat, Pura Dalem Selonding dan Pura Dalem Pangleburan. Masing-masing pura ini mempunyai kaitan erat dengan Pura Uluwatu, terutama pada hari-hari piodalan-nya. Piodalan di Pura Uluwatu, Pura Bajurit, Pura Pererepan dan Pura Kulat jatuh pada Selasa Kliwon Wuku Medangsia setiap 210 hari. Manifestasi Tuhan yang dipuja di Pura Uluwatu adalah Dewa Rudra.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana sejarah berdirinya pura ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk bisa sampai pada jabaan pura, kita mesti menaiki anak tangga. Pada jabaan pura terdapat bangunan sedahan pengapit, bale kulkul, bale murda dan bale sakenem. Dari jabaan menuju jaba tengah kita melewati candi bentar berbentuk sayap burung yang melengkung. Untuk mencapai jeroan pura, kita melewati candi kurung yang memakai dwarapala yang berbentuk arca Ganesha. Pada utama mandala pura terdapat prasada dan palinggih berupa Meru Tumpang Tiga, palinggih tajuk, piasan catur pandaka. Pada bagian kiri dari jabaan Pura Luhur Uluwatu terdapat Pura Dalem Jurit (Bejurit) terdapat antara lain prasada, tempat moksanya Danghyang Dwijendra berdampingan dengan monumen berupa dua buah perahu yang dipakai berlayar sewaktu datang ke Pulau Bali.</p>
<p style="text-align: justify;">Bangunan lain di Pura Dalem Jurit adalah gedong tumpang dua, paibon, sedahan pengapit dan bale asta rsi. Di sekitar lokasi Pura Luhur Uluwatu juga dihuni kera</p>
<p style="text-align: justify;">Sejarah Luhur Uluwatu</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam beberapa sumber disebutkan, sekitar tahun 1489 Masehi datanglah ke Pulau Bali seorang purohita, sastrawan dan rohaniwan bernama Danghyang Dwijendra. Danghyang Dwijendra adalah seorang pendeta Hindu, kelahiran Kediri, Jawa Timur.</p>
<p style="text-align: justify;">Danghyang Dwijendra pada waktu walaka bernama Danghyang Nirartha. Beliau menikahi seorang putri di Daha, Jawa Timur. Di tempat itu pula beliau berguru dan di-diksa oleh mertuanya. Danghyang Nirartha dianugerahi bhiseka kawikon dengan nama Danghyang Dwijendra.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah di-diksa, Danghyang Dwijendra diberi tugas melaksanakan dharmayatra sebagai salah satu syarat kawikon. Dharmayatra ini harus dilaksanakan di Pulau Bali, dengan tambahan tugas yang sangat berat dari mertuanya yaitu menata kehidupan adat dan agama khususnya di Pulau Bali. Bila dianggap perlu dharmayatra itu dapat diteruskan ke Pulau Sasak dan Sumbawa.</p>
<p style="text-align: justify;">Danghyang Dwijendra datang ke Pulau Bali, pertama kali menginjakkan kakinya di pinggiran pantai barat daya daerah Jembrana untuk sejenak beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan dharmayatra. Di tempat inilah Danghyang Dwijendra meninggalkan pemutik (ada juga menyebut pengutik) dengan tangkai (pati) kayu ancak. Pati kayu ancak itu ternyata hidup dan tumbuh subur menjadi pohon ancak. Sampai sekarang daun kayu ancak dipergunakan sebagai kelengkapan banten di Bali. Sebagai peringatan dan penghormatan terhadap beliau, dibangunlah sebuah pura yang diberi nama Purancak.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah mengadakan dharmayatra ke Pulau Sasak dan Sumbawa, Danghyang Dwijendra menuju barat daya ujung selatan Pulau Bali, yaitu pada daerah gersang, penuh batu yang disebut daerah bebukitan.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah beberapa saat tinggal di sana, beliau merasa mendapat panggilan dari Hyang Pencipta untuk segera kembali amoring acintia parama moksha. Di tempat inilah Ida Pedanda Sakti Wawu Rauh teringat (icang eling) dengan samaya (janji) dirinya untuk kembali ke asal-Nya. Itulah sebabnya tempat kejadian ini disebut Cangeling dan lambat laun menjadi Cengiling sampai sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itulah, Ida Pedanda Sakti Wawu Rauh ngulati (mencari) tempat yang dianggap aman dan tepat untuk melakukan parama moksha. Oleh karena dianggap tidak memenuhi syarat, beliau berpindah lagi ke lokasi lain. Di tempat ini, kemudian dibangun sebuah pura yang diberi nama Pura Kulat. Nama itu berasal dari kata ngulati. Pura itu berlokasi di Desa Pecatu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil berjalan untuk mendapatkan lokasi baru yang dianggap memenuhi syarat untuk parama moksha, Ida Pedanda Sakti Wawu Rauh sangat sedih dan menangis dalam batinnya. Mengapa? Oleh karena beliau merasa belum rela untuk meninggalkan dunia sekala ini karena swadharmanya belum dirasakan tuntas, yaitu menata kehidupan agama Hindu di daerah Sasak dan Sumbawa. Di tempat beliau mengangis ini, lalu didirikan sebuah pura yang diberi nama Pura Ngis (asal dari kata tangis). Pura Ngis ini berlokasi di Banjar Tengah Desa Adat Pecatu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ida Pedanda Sakti Wawu Rauh belum juga menemukan tempat yang dianggap tepat untuk parama moksha. Beliau kemudian tiba di sebuah tempat yang penuh batu-batu besar. Beliau merasa hanya sendirian. Di tempat ini, lalu didirikan sebuah pura yang diberi nama Pura Batu Diyi. Juga di tempat ini Danghyang Dwijendra merasa kurang aman untuk parama moksha. Dengan perjalanan yang cukup melelahkan menahan lapar dan dahaga, akhirnya beliau tiba di daerah bebukitan yang selalu mendapat sinar matahari terik. Untuk memayungi diri, beliau mengambil sebidang daun kumbang dan berusaha mendapatkan sumber air minum. Setelah berkeliling tidak menemukan sumber air minum, akhirnya Danghyang Dwijendra menancapkan tongkatnya. Maka keluarlah air amertha. Di tempat ini lalu didirikan sebuah pura yang disebut Pura Payung dengan sumber mata air yang dipergunakan sarana tirtha sampai sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Ida Pedanda Sakti Wawu Rauh kemudian beranjak lagi ke lokasi lain, untuk menghibur diri sebelum melaksanakan detik-detik kembali ke asal. Di tempat ini lalu didirikan sebuah pura bernama Pura Selonding yang berlokasi di Banjar Kangin Desa Adat Pecatu. Setelah puas menghibur diri, Danghyang Dwijendra merasa lelah. Maka beliau mencari tempat untuk istirahat. Saking lelahnya sampai-sampai beliau sirep (ketiduran). Di tempat ini lalu didirikan sebuah pura yang diberi nama Pura Parerepan (parerepan artinya pasirepan, tempat penginapan) yang berlokasi di Desa Pecatu.</p>
<p style="text-align: justify;">Mendekati detik-detik akhir untuk parama moksha, Danghyang Dwijendra menyucikan diri dan mulat sarira terlebih dahulu. Di tempat ini sampai sekarang berdirilah sebuah pura yang disebut Pura Pangleburan yang berlokasi di Banjar Kauh Desa Adat Pecatu. Setelah menyucikan diri, beliau melanjutkan perjalanannya menuju lokasi ujung barat daya Pulau Bali. Tempat ini terdiri atas batu-batu tebing. Apabila diperhatikan dari bawah permukaan laut, kelihatan saling bertindih, berbentuk kepala bertengger di atas batu-batu tebing itu, dengan ketinggian antara 50-100 meter dari permukaan laut. Dengan demikian disebut Uluwatu. Ulu  artinya kepala dan watu berarti batu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum Danghyang Dwijendra parama moksha, beliau memanggil juragan perahu yang pernah membawanya dari Sumbawa ke Pulau Bali. Juragan perahu itu bernama Ki Pacek Nambangan Perahu.  Sang Pandita minta tolong agar juragan perahu membawa pakaian dan tongkatnya kepada istri beliau yang keempat di Pasraman Griya Sakti Mas di Banjar Pule, Desa Mas, Ubud, Gianyar. Pakaian itu berupa jubah sutra berwarna hijau muda serta tongkat kayu. Setelah Ki Pacek Nambangan Perahu berangkat menuju Pasraman Danghyang Dwijendra di Mas, Ida Pedanda Sakti Wawu Rauh segera menuju sebuah batu besar di sebelah timur onggokan batu-batu bekas candi peninggalan Kerajaan Sri Wira Dalem Kesari. Di atas batu itulah, Ida Pedanda Sakti Wawu Rauh beryoga mengranasika, laksana keris lepas saking urangka, hilang tanpa bekas, amoring acintia parama moksha.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah, sejak Danghyang Dwijendra yang disebut juga Ida Pedanda Sakti Wawu Rauh parama moksha atau disebut Ngaluhur Uluwatu, pura ini disebut Luhur Uluwatu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/badung/menikmati-kecak-sunset-di-uluwatu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sewa Mobil Murah di Bali</title>
		<link>http://www.wisatabali.net/paket-tour/sewa-mobil/sewa-mobil-di-bali.html</link>
		<comments>http://www.wisatabali.net/paket-tour/sewa-mobil/sewa-mobil-di-bali.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 05:16:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sewa Mobil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wisatabali.net/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda sudah memutuskan untuk berlibur ke Bali, ada baiknya Anda pertimbangkan dulu. Apakah Anda membawa kendaraan sendiri, atau menyewa kendaraan di Bali dan nyetir sendiri, atau menyewa mobil dengan sopir dan guide sekaligus. Semuanya kembali kepada Anda.
Sebagian besar pelancong yang datang ke Bali memutuskan untuk menyewa kendaraan lengkap dengan sopir dan guidenya. Untuk itu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jika anda sudah memutuskan untuk berlibur ke Bali, ada baiknya Anda pertimbangkan dulu. Apakah Anda membawa kendaraan sendiri, atau menyewa kendaraan di Bali dan nyetir sendiri, atau menyewa mobil dengan sopir dan guide sekaligus. Semuanya kembali kepada Anda.<br />
Sebagian besar pelancong yang datang ke Bali memutuskan untuk menyewa kendaraan lengkap dengan sopir dan guidenya. Untuk itu, kami menawarkan jasa sewa kendaraan lengkap dengan sopir berikut ini:</p>
<p><img class="size-full wp-image-85 alignleft" title="sewa-mobil" src="http://www.wisatabali.net/wp-content/uploads/2009/01/sewa-mobil.jpg" alt="sewa-mobil" width="519" height="980" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatabali.net/paket-tour/sewa-mobil/sewa-mobil-di-bali.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Paket Tour 2 Hari</title>
		<link>http://www.wisatabali.net/paket-tour/paket-2-hari/paket-tour-2-hari.html</link>
		<comments>http://www.wisatabali.net/paket-tour/paket-2-hari/paket-tour-2-hari.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2008 18:21:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Paket 2 Hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wisatabali.net/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Jam	: 	08.30 – 18.30
Harga	: 	Rp. 550.000,-/mobil (Max. 6 orang)
Hari Pertama : KINTAMANI, UBUD DAN SUKAWATI TOUR
Batubulan	: 	Menonton tari Barong clan Keris
Celuk	: 	Kerajinan Emas dan Perak
Mas	: 	Pusatnya ukir-ukiran dan patung Bali
Tampaksiring	: 	Pura dengan sumber mata air suci
Kintamani	: 	Pemandangan gunung berapi dan Danau Batur
(Sambil menikmati makan siang)
Ubud	: 	Perkumpulan para seniman lukis Bali
Sukawati	: 	Kerajinan-kerajinan dan oleh-oleh khas Bali
Hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jam	: 	08.30 – 18.30<br />
Harga	: 	Rp. 550.000,-/mobil (Max. 6 orang)</p>
<p><strong>Hari Pertama : KINTAMANI, UBUD DAN SUKAWATI TOUR</strong></p>
<p>Batubulan	: 	Menonton tari Barong clan Keris<br />
Celuk	: 	Kerajinan Emas dan Perak<br />
Mas	: 	Pusatnya ukir-ukiran dan patung Bali<br />
Tampaksiring	: 	Pura dengan sumber mata air suci<br />
Kintamani	: 	Pemandangan gunung berapi dan Danau Batur<br />
(Sambil menikmati makan siang)<br />
Ubud	: 	Perkumpulan para seniman lukis Bali<br />
Sukawati	: 	Kerajinan-kerajinan dan oleh-oleh khas Bali</p>
<p><strong>Hari Kedua : NUSA DUA, GWK, ULUWATU, KECAK DINNER TOUR</strong></p>
<p>Nusa Dua	: 	Tanjung Benoa (permainan air dan Pulau penyu)<br />
GWK	: 	Patung Garuda Wisnu Kencana<br />
Uluwatu	:	Pura diatas bukit (sambil melihat sunset dan nonton kecak)<br />
Jimbaran	: 	Makan malam dengan sea food (ikan laut segar)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatabali.net/paket-tour/paket-2-hari/paket-tour-2-hari.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tour 1 (Satu) Hari</title>
		<link>http://www.wisatabali.net/paket-tour/paket-1-hari/1-hari-tour.html</link>
		<comments>http://www.wisatabali.net/paket-tour/paket-1-hari/1-hari-tour.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2008 17:26:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Paket 1 Hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wisatabali.net/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[KINTAMANI, UBUD DAN SUKAWATI TOUR
Jam	: 	08.30 – 18.30
Harga	: 	Rp. 275.000,-/mobil (Max. 6 orang)
Batubulan	: 	Menonton tari Barong clan Keris
Celuk	: 	Kerajinan Emas dan Perak
Mas	: 	Pusatnya ukir-ukiran dan patung Bali
Tampaksiring	: 	Pura dengan sumber mata air suci
Kintamani	: 	Pemandangan gunung berapi dan Danau Batur
(Sambil menikmati makan siang)
Ubud	: 	Perkumpulan para seniman lukis Bali
Sukawati	: 	Kerajinan-kerajinan dan oleh-oleh khas Bali
KARANGASEM DAN GOA LAWAH [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KINTAMANI, UBUD DAN SUKAWATI TOUR</strong><br />
Jam	: 	08.30 – 18.30<br />
Harga	: 	Rp. 275.000,-/mobil (Max. 6 orang)</p>
<p>Batubulan	: 	Menonton tari Barong clan Keris<br />
Celuk	: 	Kerajinan Emas dan Perak<br />
Mas	: 	Pusatnya ukir-ukiran dan patung Bali<br />
Tampaksiring	: 	Pura dengan sumber mata air suci<br />
Kintamani	: 	Pemandangan gunung berapi dan Danau Batur<br />
(Sambil menikmati makan siang)<br />
Ubud	: 	Perkumpulan para seniman lukis Bali<br />
Sukawati	: 	Kerajinan-kerajinan dan oleh-oleh khas Bali</p>
<p><strong>KARANGASEM DAN GOA LAWAH TOUR</strong><br />
Jam	: 	08.30 – 21.00<br />
Harga	: 	Rp.500.000,-/mobil (Max. 6 orang)</p>
<p>Sibetan	:	Perkebunan Salak<br />
Tirtagangga	: 	Kolam dengan air mancur tertinggi<br />
Taman Ujung	: 	Taman peninggalan Kerajaan Karangasem<br />
Perasi	:	Pantai pasir putih diapit oleh perbukitan<br />
Candidasa	: 	Pusat tourist<br />
Tenganan	: 	Desa tradisional<br />
Goa Lawah	: 	Goa yang dihuni ribuan kelelawar</p>
<p><strong>KINTAMANI, BESAKIH, UBUD, KECAK DINNER</strong><br />
Jam	:	08.30 – 21.00<br />
Harga	: 	Rp. 350.000,-/mobil (Max. 6 orang)</p>
<p>Batubulan	: 	Tarian Barong dan Keris<br />
Tohpati	: 	Kerajinan Batik<br />
Celuk	: 	Kerajinan Emas dan Perak<br />
Ubud	: 	Lukisan tradisional dan modern, hutan kera dan pasar seni ubud<br />
Bedulu	: 	Pura Goa Gajah<br />
Kintamani	: 	Makan slang di restauran Kintamani<br />
Besakih	:	Pura terbesar terletak di kaki Gunung Agung<br />
Batubulan	: 	Tarian kecak dan Api<br />
Dinner	:	Masakan Indonesian dengan Tarian Bali / Sea food BBQ di Jimbaran (pilih salah satu)</p>
<p><strong>BEDUGUL, HUTAN KERA DAN TANAN LOT SUNSET TOUR</strong><br />
Waktu	:	9.00 – 19.00<br />
Harga	: 	Rp. 300.000,-/mobil (Max. 6 orang)</p>
<p>Taman Ayun	: 	Puranya Kerajaan Mengwi<br />
Bedugul	: 	Menikmati pemandangan bukit dan Danau Beratan<br />
Candi Kuning	: 	Pasar buah-buahan tradisional<br />
Alas Kedaton	: 	Hutan Kera suci clan Kalong<br />
Tanah Lot	: 	Pura diatas batu karang (sambil melihat sunset)</p>
<p><strong>KINTAMANI, UBUD DAN BESAKIH TOUR</strong><br />
Waktu	: 	08.30 – 18.30<br />
Silver Class	: 	Rp. 300.000,-/mobil (Max. 6 orang)</p>
<p>Tohpati	: 	Pusat Batik dan Tenun Bali<br />
Celuk	: 	Kerajinan Emas dan Perak<br />
Mas	: 	Pusatnya ukir-ukiran dan patung Bali<br />
Ubud	: 	Perkumpulan para seniman lukis Bali<br />
Goa Gajah	: 	Tempat pertapaan pada abad ke XI<br />
Kintamani	: 	Pemandangan gunung berapi dan Danau Batur (Sambil menikmati makan siang)<br />
Besakih	: 	Pura terbesar di Bali<br />
Bukit Jambul	:	Keindahan perbukitan, lautan clan sawah bertingkat<br />
Kerta Gosa	: 	Tempat peradilan Raja-raja jaman dulu</p>
<p><strong>SUKAWATI, HUTAN KERA DAN TANAH LOT TOUR</strong><br />
Jam	:	10.00 – 18.00<br />
Harga	: 	Rp. 250.000,-/mobil (Max. 6 orang)</p>
<p>Batubulan	: 	Pusat batik-batik berkualltas tinggi<br />
Celuk	: 	Kerajinan emas clan perak<br />
Sukawati	: 	Kerajinan-kerajinan dan oleh-oleh khas Bali<br />
Taman Ayun	: 	Pura keluarga Kerajaan Mengwi<br />
Alas Kedaton	: 	Hutan Kera suci dan Kalong<br />
Tanah Lot	: 	Pura diatas batu karang (sambil melihat sunset)</p>
<p><strong>OLAHRAGA AIR, JOGER DAN SUKAWATI TOUR</strong><br />
Waktu	: 	10.00 – 17.00<br />
Harga	: 	Rp. 250.000,-/mobil (Max. 6 orang)</p>
<p>Tanjung Benoa	: 	Aktivitas olah raga air dan pulau Penyu<br />
Joger	: 	Pabrik kata-kata<br />
Sukawati	: 	Kerajinan-kerajinan dan oleh-oleh Bali<br />
Derpasar	: 	Monumen Perjuangan Rakyat Bali (Bajra Sandhi)</p>
<p><strong>NUSA DUA, GWK, ULUWATU, KECAK DINNER TOUR</strong><br />
Jam	:	12.30 – 22.30<br />
Harga	: 	Rp. 2500.000,-/mobil (Max. 6 orang)</p>
<p>Nusa Dua	: 	Tanjung Benoa (permainan air dan Pulau penyu)<br />
GWK	: 	Patung Garuda Wisnu Kencana<br />
Uluwatu	:	Pura diatas bukit (sambil melihat sunset dan nonton kecak)<br />
Jimbaran	: 	Makan malam dengan sea food (ikan laut segar)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatabali.net/paket-tour/paket-1-hari/1-hari-tour.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blogger pun Ikut Meriahkan Kuta Karnival, Efektif?</title>
		<link>http://www.wisatabali.net/resources/kuta-karnival-bali-blogger.html</link>
		<comments>http://www.wisatabali.net/resources/kuta-karnival-bali-blogger.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 02:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resources]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wisatabali.net/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Ketika suatu event besar dengan skala Internasional, pastinya akan merangkul media nasional, bahkan internasional sebagai media publikasi. Event sebesar Kuta Karnival ternyata menggunakan cara yang baru dan berbeda untuk publikasi. Selain merangkul berbagai media, baik media cetak maupun elektronik, panitia Kuta Karnival juga menerobos pakem lama, dimana media cetak dan media elektronik sebagai media yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika suatu event besar dengan skala Internasional, pastinya akan merangkul media nasional, bahkan internasional sebagai media publikasi. Event sebesar Kuta Karnival ternyata menggunakan cara yang baru dan berbeda untuk publikasi. Selain merangkul berbagai media, baik media cetak maupun elektronik, panitia Kuta Karnival juga menerobos pakem lama, dimana media cetak dan media elektronik sebagai media yang paling ampuh dalam publikasi. Kini Panitia Penyelenggara Kuta Karnival menggandeng para blogger, khususnya Blogger Bali yang tergabung dalam <a href="http://www.baliblogger.org" target="_blank">Bali Blogger Community (BBC)</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Lantas, apa yang membuat publikasi Kuta Karnival menjadi booming lewat internet? Kira-kira begini. Anggota Bali Blogger Community yang terdaftar lebih dari 200 orang. Sementara anggota yang cukup aktfi antara 50-100 orang. Aktif dalam arti posting tulisan di blog masing-masing atau aktif berperan serta dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh BBC.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, anggap saja ada 25 orang blogger Bali yang menulis tentang Kuta Karnival, tentu saja dengan sudut pandang yang berberda-beda dan gaya penulisan yang berbeda-beda pula. Belum lagi ada lomba penulisan blog tentang Kuta Karnival yang dikomandani oleh BBC, anggap saja ada 25 blogger yang mendaftar. Jadi setidaknya ada 50 tulisan tentang Kuta dan khususnya Kuta Karnival.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita lihat sekarang, ada 100 media partner yang menulis dan menyiarkan event Kuta Karnival. Satu Koran akan memuat satu kali berita ini, dan satu televisi akan menayangkan satu kali event ini. Mungkin banyak yang membaca atau menyaksikan acara ini melalui televise. Tapi, bukankan berita itu sepintas. Kecuali kita mau mengklipingnya? Jadi, berita melalui media masa, hanya pesan lewat saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang kita kembali ke media internet (blogger), ada 50 blogger yang menulis tentang Kuta Karnival, dan tulisan itu akan bertahan setidaknya selama blog itu ada di dunia maya. Berapa tahun? Mungkin ada yang setahun, 2 tahun, 3 tahun, 10 tahun. Dan seterusnya. Arsip event ini akan menumpuk di internet. Dan ketika seseorang membutuhkannya kembali, tinggal ketik Google, search Kuta Karnival. Seketika info tentang Kuta Karnival hasil tulisan para blogger akan terpajang di layar monitor.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikutnya, mungkin timbul pertanyaan. Internet kan belum menjangkau sebagian besar masyarakat, pasti kurang efektif. Memang. Tapi, kalau tujuan promosinya untuk mengundang wisatawan datang ke Bali akan menjadi sebaliknya. Saya yakin (maaf ini keyakinan sendiri), wisatawan sudah pada pintar sekarang, sebagian besar wisatwan akan menggunakan referensi internet sebagai media riset sebelum memutuskan kemana mereka akan berlibur. Tapi jika tujuannya hanya untuk sekedar pemberitaan, media televisi mungkin ampuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikutnya. Berapa oplah sebuah surat kabar dan berapa luas jangkauannya? Kembali ke blog dan internet. Jangkauan luas, oplah tak dibatasi tinta dan kertas. Tak dibatasi malam atau deadline.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari sekelumit contoh ini, saya mencoba menarik kesimpulan (masih menurut pendapat pribadi), bahwa panitia Kuta Karnival sudah cukup jeli menjadikan blogger sebagai mitra publikasi. Potensi blogger, dari hari ke hari makin eksis. Kenapa blogger?. Karena disana, apa yang dilihat, dirasa, didengar akan ditulis oleh blogger, tanpa aturan jurnalisme yang ketat. Disana juga ada interaksi. Pembaca bisa menambahkan atau mengurangi tulisan dengan komentar yang tersedia dalam setiap postingan.</p>
<p style="text-align: justify;">Makin banyak orang yang menyadari bahwa berbagi itu indah. Seperti obrolan saya dan <a href="http://www.hendra.ws" target="_blank">Hendra W.S.</a> bersama <a href="http://ndorokakung.com" target="_blank">Ndorokakung</a> (Mas Wicaksono) beberapa malam yang lalu ketika meminta kesediaan beliau menjadi juri Lomba Menulis Blog yang diadakan oleh BBC, bahwa tujuan ngeblog karena kepuasan batin, uang nomer 17 katanya. Beliau menyatakan, bahwa kita begitu mudahnya menerima dari internet. Kita butuh MP3 tinggal download, butuh referensi ilmiah tinggal buka Wikipedia. Butuh video, buka Youtube. Lantas, jika tidak ada orang yang berbagi, kapan kita bisa menikmati internet seperti sekarang???</p>
<p style="text-align: justify;">Sedang, kata Pak Nukman Luthfie, <a href="http://www.virtual.co.id/blog/pernik/ngebloglah-dengan-penuh-cinta/" target="_blank">ngebloglah dengan cinta</a>. Maka kita tidak akan merasa kelelahan atau kehabisan bahan tulisan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang kembali ke blogger, siapkah blogger menjadi agen perubahan? Bukankah dengan ngeblog, menyampaikan informasi yang jujur kepada khalayak adalah bentuk pengabdian?</p>
<p style="text-align: justify;">Sedang di sisi pemerintah dan pihak yang mempunyai kompetensi, siapkah mengajak dan mengeksplorasi potensi para blogger?</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan diambil dengan ijin dari <a href="http://bali.ikads.com">Bali.ikads.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatabali.net/resources/kuta-karnival-bali-blogger.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Empat Hari Menjelajah Bali (Hari Pertama)</title>
		<link>http://www.wisatabali.net/perjalanan-wisata/hari-pertama/empat-hari-menjelajah-bali-hari-pertama.html</link>
		<comments>http://www.wisatabali.net/perjalanan-wisata/hari-pertama/empat-hari-menjelajah-bali-hari-pertama.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 15:12:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisatabali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hari Pertama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisatabali.blogdetik.com/2008/05/22/empat-hari-menjelajah-bali-hari-pertama/</guid>
		<description><![CDATA[Ini kali pertama saya melakukan perjalanan selama empat hari penuh dan benar-benar menempatkan posisi saya sebagai seorang wisatawan atau turis. Meski saya sebenarnya bertindak sebagai pemandu wisata saat itu, tapi saya ingin larut dengan suasana tamu saya. Sebelumnya, jika saya melakukan perjalanan di seluruh Bali, saya selalu berperan sebagai pemandu wisata. Jadi tidak menikmati perjalanan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini kali pertama saya melakukan perjalanan selama empat hari penuh dan benar-benar menempatkan posisi saya sebagai seorang wisatawan atau turis. Meski saya sebenarnya bertindak sebagai pemandu wisata saat itu, tapi saya ingin larut dengan suasana tamu saya. Sebelumnya, jika saya melakukan perjalanan di seluruh Bali, saya selalu berperan sebagai pemandu wisata. Jadi tidak menikmati perjalanan sebagai mana layaknya seorang wisatawan.</p>
<p>Dan ternyata, mejelajahi Bali memang tidak ada habisnya. Waktu empat hari memang terlalu pendek untuk bisa menjelajah tempat-tempat terbaik dan atraksi-atraksi wisata terhebat di Pulau Dewata.</p>
<p>OK, kita mulai saja perjalanan kita.</p>
<p><strong>Hari Pertama</strong></p>
<p><em>Tari Barong di Batubulan</em><br />
Berawal dari mejmeput tamu saya di sebuah hotel bintang lima di Kuta sekitar jam 9 pagi, kami memulai perjalanan di hari pertama untuk mengujungi pertunjukan tari barong di daerah Batubulan, berada di antara perbatasan Kota Denpasar dan Kabupaten Gainyar.</p>
<p>Tari barong sebenarnya merupakan tarian yang disakralkan oleh masyarakat Hindu Bali. Tari barong merupakan salah satu tari &#8220;Bebalian&#8221;, yaitu tari pelengkap upacara keagamaan Hindu di Bali. Sedangkan tari yang memang dikhususkan sebagai sarana hiburan disebut dengan tari &#8220;Bebalihan atau Bali-balihan&#8221;.</p>
<p>Tari barong mengisahkan peperangan yang terjadi antara barong melawan rangda. Barong merupakan simbol dari kebaikan sedangkan Rangda merupakan simbol dari kejahatan. Secara simbolik tarian ini menggambarkan peperangan antara kebenaran/kebaikan melawan kejahatan, dimana akhirnya pihak kebaikan yang menang.</p>
<p>Barong Ket atau Barong Keket adalah tari Barong yang paling banyak terdapat di Bali dan paling sering dipentaskan serta memiliki pebendaharaan gerak tari yang lengkap. Dari wujudnya, Barong Ket ini merupakan perpaduan antara singa, macan, sapi atau boma. Badan Barong ini dihiasi dengan ukiran-ukiran dibuat dari kulit, ditempel kaca cermin yang berkilauan dan bulunya dibuat dari perasok (serat dari daun sejenis tanaman mirip pandan), ijuk atau ada pula dari bulu burung gagak.</p>
<p>Untuk menarikannya Barong ini diusung oleh dua orang penari yang disebut Juru Saluk / Juru Bapang, satu penari di bagian kepala dan yang lainnya di bagian pantat dan ekornya. Tari Barong Keket ini melukiskan tentang pertarungan kebajikan (dharma) dan keburukan (adharma) yang merupakan paduan yang selalu berlawanan (rwa bhineda). Tari Barong Ket diiringi dengan gamelan Semar Pagulingan.</p>
<p>Sementara, saya tidak akan utarakan urutan tariannya di sini, karena terlalu panjang. Lain waktu akan saya bahas mengenai runtutan dari tari barong ini.</p>
<p><em>Batik Artshop</em><br />
Perjalanan berlanjut mengunjungi artshop batik juga masih di daerah Batubulan. Di sini kita melihat bagaimana proses pembuatan batik, dari mulai menenun kain, melukis pola batik, menggambar batik dengan tinta khusus, sampai proses penyelesaian akhir hingga menghasilkan kain batik dengan beraneka corak dan warna. Juga dapat membeli beraneka ragam pakaian dan aksesoris berbahan dasar batik di sini.</p>
<p><em>Kerajinan Emas &amp; Perak Celuk</em><br />
Dari kerajinan batik perjalanan kami berlanjut untuk melihat kerajinan emas dan perak yang berada di daerah Celuk, cuma sekitar 10 menit ditempuh dari pusat kerajinan batik tadi. Seperti halnya kerajinan batik tadi, disini juga dapat dijumpai bagaimana proses peleburan perak menjadi perhiasan yang memukau. Dan tentu belum lengkap jika belum membeli beberapa oleh-oleh sebagai kenang-kenangan disini.</p>
<p>Belum selesai&#8230;.. lanjut besok ya!! Ngantuk neh&#8230;</p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatabali.net/perjalanan-wisata/hari-pertama/empat-hari-menjelajah-bali-hari-pertama.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bercanda dengan Kera di Monkey Forest Ubud</title>
		<link>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/gianyar/bercanda-dengan-kera-di-monkey-forest-ubud.html</link>
		<comments>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/gianyar/bercanda-dengan-kera-di-monkey-forest-ubud.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 07:12:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisatabali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gianyar]]></category>
		<category><![CDATA[kera]]></category>
		<category><![CDATA[Monkey forest]]></category>
		<category><![CDATA[ubud Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisatabali.blogdetik.com/2008/05/05/bercanda-dengan-kera-di-monkey-forest-ubud/</guid>
		<description><![CDATA[Terletak diantara Desa Padang Tegal dan Nyuh Kuning, Ubud, Gianyar, tepatnya 26 km dari Kota Denpasar, terdapat sebuah hutan kecil yang dihuni oleh ratusan Kera Bali yang cukup jinak dan dapat diajak bermain – main disaat para wisatawan menikmati liburan di kawasan Wisata Ubud, Gianyar Bali.
Selain sebagai habitat kera Bali, hutan tersebut juga merupakan Kuburan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://www.pambali.com/pam_picture/zoom_11826036112312007_Monkey%20Forest%20Ubud.jpg" alt="" width="234" height="180" />Terletak diantara Desa Padang Tegal dan Nyuh Kuning, <a href="http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/gianyar/ubud-pusat-belanja-kerajinan.htm">Ubud</a>, Gianyar, tepatnya 26 km dari Kota Denpasar, terdapat sebuah hutan kecil yang dihuni oleh ratusan Kera Bali yang cukup jinak dan dapat diajak bermain – main disaat para wisatawan menikmati liburan di kawasan Wisata Ubud, Gianyar Bali.<br />
Selain sebagai habitat kera Bali, hutan tersebut juga merupakan Kuburan Desa, dan juga terdapat sebuah pura di dalamnya. Jadi sangatlah lengkap bila para wisatawan mendatangi tempat ini, maksudnya selain bermain dengan kera, wisatawan juga dapat melihat kuburan Bali dan pura dengan arsitektur Balinya. Dan bila tepat waktu sesekali dapat menyaksikan lengkap dengan upacara di pura (odalan) maupun upacara pembakaran mayat (ngaben).</p>
<p>Satu hal penting yaitu tidak mengganggu habitat monyet dan kita harus menyadarinya sebagi tamu di sana. Dan harus tetap berjalan di jalan yang aman.. monyet monyet akan menjadi sangat agresif apabila kita memasuki dan mengganggu wilayah mereka. Jangan sekali kali pernah mengganggu monyet monyet di sana apapun alasannya. Jika anda ingin memberikan makanan lakukan dengan hati hati dan jangan sekali kali menariknya lagi. Kita harus tetap menjaga kelestarian alam dan binatang di sana.</p>
<p>Daerah ini adalah daerah keramat dan terdapat peninggalan purbakala di dalamnya. Cobalah untuk meikmati keindahan dan keajaiban tempat ini dan di waktu yang sama kita juga tetap menjaga dan menghargai kehidupan di dalamnya.<br />
Kawasan ini berada di jalan utama kota Ubud mengarah kearah selatan berada di kaki sebuah bukit, dihuni oleh sejumlah kera yang selalu menunggu makanan yang akan diberikan pengunjung, kera-kera ini kadang-kadang marah jika pengunjung tidak memberikan apa-apa kepada mereka. Hutan seluas 8 hektar ini adalah salah satu pusat penangkaran monyet di Bali. Jalan setapak di antara rimbunnya pepohonan dan suara alam menyertai perjalanan mengelilingi hutan kecil ini selama 30 menit. Selain segerombolan monyet lucu yang berjalan, bergelantungan dan bermain di sepanjang jalan setapak, Anda juga dapat mengunjungi Pura Dalem Agung dan Pura Permandian Suci dengan 3 konsep pura. Pertama adalah Utama Mandala, yaitu tempat permandian para dewa. Pura kedua adalah Madia Mandala, di mana terdapat sebuah kolam suci.<br />
Dan yang ketiga adalah Nista Mandala sebagai tempat permandian untuk umum. Sekedar mengingatkan, monyet-monyet di sini hanya bersahabat bila tidak diganggu. Berhati-hatilah jika memberi makanan dan jangan memakai aksesori. Tempat ini dengan mudah dicapai dengan menyusuri Jalan Monkey Forest di Ubud atau cukup dengan berjalan kaki hanya sekitar 15 menit dari Jalan Raya Ubud,</p>
<p>Tarif masuk ke sanctuary ini adalah Rp. 10.000, untuk dewasa dan Rp. 5.000; untuk anak-anak.</p>
<p><a title="Situs Lowongan Kerja" href="http://www.situslowongankerja.com">referensi</a>: <a href="http://www.gianyartourism.com/id.opar.asp?lihat=opar&amp;id=KC04&amp;action=detail&amp;idopar=P50419487">Diparda Gianyar</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/gianyar/bercanda-dengan-kera-di-monkey-forest-ubud.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Desa Tradisional Pengelipuran</title>
		<link>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/bangli/desa-tradisional-pengelipuran.html</link>
		<comments>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/bangli/desa-tradisional-pengelipuran.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 04:08:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisatabali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bangli]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelipuran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisatabali.blogdetik.com/2008/05/03/desa-tradisional-pengelipuran/</guid>
		<description><![CDATA[Pengelipuran hanyalah sebuah desa kecil di pinggiran kota sejuk, Bangli, Bali sekitar 40 km dari kota Denpasar. Secara dinas Desa Pekraman Pengelipuran termasuk Kelurahan Kubu. Dihuni sekitar 200 kepala keluarga yang menempati sekitar 76 rumah keluarga atau satu rumah ditinggali sekitar 3 kepala keluarga. Kebanyakan dari mereka adalah petani. Meski sekarang sudah mulai ada yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengelipuran hanyalah sebuah desa kecil di pinggiran kota sejuk, Bangli, Bali sekitar 40 km dari kota Denpasar. Secara dinas Desa Pekraman Pengelipuran termasuk Kelurahan Kubu. Dihuni sekitar 200 kepala keluarga yang menempati sekitar 76 rumah keluarga atau satu rumah ditinggali sekitar 3 kepala keluarga. Kebanyakan dari mereka adalah petani. Meski sekarang sudah mulai ada yang menjadi pegawai negeri atau bekerja di sector pariwisata lainnya.</p>
<p>Pengelipuran adalah salah satu desa tradisional atau desa tua di Bali atau sering disebut Bali Aga atau Bali Mula. Merupakan salah satu tujuan wisata yang dipromosikan oleh Pemkab Bangli.</p>
<p>Tapi di desa kecil ini tradisi begitu kukuh dipegang oleh masyarakatnya. Terutama yang berkaitan dengan penataan pekarangan rumah. Di tengah gempuran arus modernisasi, keteguhan masyarakat Pengelipuran tampak dari rapinya penataan kawasan hunian masyarakat setempat. Memasuki desa pengelipuran laksana memasuki sebuah taman yang dibentuk dengan arsitektur maha sempurna. Jejeran rumah di sepanjang jalan berdiri rapi dengan pintu gerbang yang hampir seragam di setiap rumah. Rumah-rumah ini dibelah oleh sebuah jalan besar yang dipaping di bagian tengah dan ditamani rerumputan di pinggir kiri kanannya.</p>
<p>Penataan rumah dan pekarangan sangat ketat dan mengikuti ketentuan Asta Kosala-Kosali, Asta Bumi, Sikut Karang dan berbagai aturan yang tertulis maupun yang tidak tertulis lainnya. Karenanya, setiap pekarangan dan rumah di Desa Pengelipuran selalu mempunyai pola atau tatanan yang sama. Posisi paling barat ditempati oleh sebuah joli yaitu tempat tinggal utama. Dimana sebagian besar penghuni rumah tinggal disini. Juga dimanfaatkan untuk menerima tamu.</p>
<p>Masuk lebih dalam lagi akan dijumpai <em>pewaregan</em> atau dapur di bagian utara dan <em>bale saka nem</em> di sebelah selatan. Dapur memang berfungsi sebagai dapur dan tempat tinggal orang tua, dan kadang dipakai sebagai atempat mekemit (menyucikan diri, tapa brata) ketika seseoarng dari keluarga yang tinggal di pekarangan itu melakukan suatu ritual adat keagamaan. Sedangkan bale saka nem lebih banyak berfungsi untuk kegiatan manusa yadnya, yaitu ritual yang berkaitan dengan upacara terhadap manusia, seperti metatah dan tempat jenazah ketika salah seorang penghuni pekarangan itu meniggal dunia.</p>
<p>Lebih kedalam lagi dijumpai lesung di sebelah utara, berdampingan dengan lumbung di sebalah selatan. Lesung di sini ternyata diberi tempat khusus dan diberi atap. Fungsinya selain sebagai sarana untuk menumbuk padi, jagung atau bahan makanan lainnya, di sekitar lesung juga dimanfaatkan untuk <em>mebat</em> atau <em>metanding</em> ketika akan melaksanakan suatu kegiatan/ritual keagamaan. Diseberangnya berdiri lumbung yang dipakai sebagai tempat menyimpan hasil pertanian terutama gabah.</p>
<p>Paling ujunng atau paling timur adalah bangunan sanggah yang hamper berdampingan dengan kamar mandi. Mungkin kamar mandi merupakan hasil akulturi dari budaya modern. Karena sebelumnya masyarakat Pengelipuran lebih banyak memanfaatkan aliran sungai untuk kebutuhan MCK-nya.</p>
<p>Tradisi-tradisi lainnya pada umumnya sama dengan tradisi desa adat lainnya di Bali. Mulai dari perangkat desa adat dan system pemerintahan desa adat semua hampir sama dengan system pemerintahan desa adat pada umumnya. Jika di Tenganan konon wanita Desa Tenganan tidak diijinkan kawin keluar desa Tenganan, di Pengelipuran tradisi ini tidak ada.</p>
<p>Semangat masyarakat disana bukan cuma nampak dari cara mereka menata pekarangannya. Mereka juga sangat aktif mempertahankan tradisi-tradisi lainnya seperti seni tabuh. Semangat ini tampak ketika saya menyaksikan sendiri anak-anak Pengelipuran yang masih berumur 5 tahunan sampai berumur belasan tahun berlatih menabuh gamelan di bale banjar setempat. Beberapa saat saya terkagum-kagum melihat jari-jari anak-anak itu begitu lincah memainkan panggul gangsa menari di atas gangsa menghasilkan tetabuhan Bali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/bangli/desa-tradisional-pengelipuran.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
