<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Wisata Bali Panduan Wisata di Pulau Bali</title>
	<atom:link href="http://www.wisatabali.net/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wisatabali.net</link>
	<description></description>
	<pubDate>Thu, 22 May 2008 15:12:20 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Empat Hari Menjelajah Bali (Hari Pertama)</title>
		<link>http://www.wisatabali.net/perjalanan-wisata/hari-pertama/empat-hari-menjelajah-bali-hari-pertama.html</link>
		<comments>http://www.wisatabali.net/perjalanan-wisata/hari-pertama/empat-hari-menjelajah-bali-hari-pertama.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 15:12:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisatabali</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hari Pertama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisatabali.blogdetik.com/2008/05/22/empat-hari-menjelajah-bali-hari-pertama/</guid>
		<description><![CDATA[Ini kali pertama saya melakukan perjalanan selama empat hari penuh dan benar-benar menempatkan posisi saya sebagai seorang wisatawan atau turis. Meski saya sebenarnya bertindak sebagai pemandu wisata saat itu, tapi saya ingin larut dengan suasana tamu saya. Sebelumnya, jika saya melakukan perjalanan di seluruh Bali, saya selalu berperan sebagai pemandu wisata. Jadi tidak menikmati perjalanan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini kali pertama saya melakukan perjalanan selama empat hari penuh dan benar-benar menempatkan posisi saya sebagai seorang wisatawan atau turis. Meski saya sebenarnya bertindak sebagai pemandu wisata saat itu, tapi saya ingin larut dengan suasana tamu saya. Sebelumnya, jika saya melakukan perjalanan di seluruh Bali, saya selalu berperan sebagai pemandu wisata. Jadi tidak menikmati perjalanan sebagai mana layaknya seorang wisatawan.</p>
<p>Dan ternyata, mejelajahi Bali memang tidak ada habisnya. Waktu empat hari memang terlalu pendek untuk bisa menjelajah tempat-tempat terbaik dan atraksi-atraksi wisata terhebat di Pulau Dewata.</p>
<p>OK, kita mulai saja perjalanan kita.</p>
<p><strong>Hari Pertama</strong></p>
<p><em>Tari Barong di Batubulan</em><br />
Berawal dari mejmeput tamu saya di sebuah hotel bintang lima di Kuta sekitar jam 9 pagi, kami memulai perjalanan di hari pertama untuk mengujungi pertunjukan tari barong di daerah Batubulan, berada di antara perbatasan Kota Denpasar dan Kabupaten Gainyar.</p>
<p>Tari barong sebenarnya merupakan tarian yang disakralkan oleh masyarakat Hindu Bali. Tari barong merupakan salah satu tari &#8220;Bebalian&#8221;, yaitu tari pelengkap upacara keagamaan Hindu di Bali. Sedangkan tari yang memang dikhususkan sebagai sarana hiburan disebut dengan tari &#8220;Bebalihan atau Bali-balihan&#8221;.</p>
<p>Tari barong mengisahkan peperangan yang terjadi antara barong melawan rangda. Barong merupakan simbol dari kebaikan sedangkan Rangda merupakan simbol dari kejahatan. Secara simbolik tarian ini menggambarkan peperangan antara kebenaran/kebaikan melawan kejahatan, dimana akhirnya pihak kebaikan yang menang.</p>
<p>Barong Ket atau Barong Keket adalah tari Barong yang paling banyak terdapat di Bali dan paling sering dipentaskan serta memiliki pebendaharaan gerak tari yang lengkap. Dari wujudnya, Barong Ket ini merupakan perpaduan antara singa, macan, sapi atau boma. Badan Barong ini dihiasi dengan ukiran-ukiran dibuat dari kulit, ditempel kaca cermin yang berkilauan dan bulunya dibuat dari perasok (serat dari daun sejenis tanaman mirip pandan), ijuk atau ada pula dari bulu burung gagak.</p>
<p>Untuk menarikannya Barong ini diusung oleh dua orang penari yang disebut Juru Saluk / Juru Bapang, satu penari di bagian kepala dan yang lainnya di bagian pantat dan ekornya. Tari Barong Keket ini melukiskan tentang pertarungan kebajikan (dharma) dan keburukan (adharma) yang merupakan paduan yang selalu berlawanan (rwa bhineda). Tari Barong Ket diiringi dengan gamelan Semar Pagulingan.</p>
<p>Sementara, saya tidak akan utarakan urutan tariannya di sini, karena terlalu panjang. Lain waktu akan saya bahas mengenai runtutan dari tari barong ini.</p>
<p><em>Batik Artshop</em><br />
Perjalanan berlanjut mengunjungi artshop batik juga masih di daerah Batubulan. Di sini kita melihat bagaimana proses pembuatan batik, dari mulai menenun kain, melukis pola batik, menggambar batik dengan tinta khusus, sampai proses penyelesaian akhir hingga menghasilkan kain batik dengan beraneka corak dan warna. Juga dapat membeli beraneka ragam pakaian dan aksesoris berbahan dasar batik di sini.</p>
<p><em>Kerajinan Emas &amp; Perak Celuk</em><br />
Dari kerajinan batik perjalanan kami berlanjut untuk melihat kerajinan emas dan perak yang berada di daerah Celuk, cuma sekitar 10 menit ditempuh dari pusat kerajinan batik tadi. Seperti halnya kerajinan batik tadi, disini juga dapat dijumpai bagaimana proses peleburan perak menjadi perhiasan yang memukau. Dan tentu belum lengkap jika belum membeli beberapa oleh-oleh sebagai kenang-kenangan disini.</p>
<p>Belum selesai&#8230;.. lanjut besok ya!! Ngantuk neh&#8230;</p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatabali.net/perjalanan-wisata/hari-pertama/empat-hari-menjelajah-bali-hari-pertama.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bercanda dengan Kera di Monkey Forest Ubud</title>
		<link>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/gianyar/bercanda-dengan-kera-di-monkey-forest-ubud.html</link>
		<comments>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/gianyar/bercanda-dengan-kera-di-monkey-forest-ubud.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 07:12:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisatabali</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Gianyar]]></category>

		<category><![CDATA[kera]]></category>

		<category><![CDATA[Monkey forest]]></category>

		<category><![CDATA[ubud Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisatabali.blogdetik.com/2008/05/05/bercanda-dengan-kera-di-monkey-forest-ubud/</guid>
		<description><![CDATA[Terletak diantara Desa Padang Tegal dan Nyuh Kuning, Ubud, Gianyar, tepatnya 26 km dari Kota Denpasar, terdapat sebuah hutan kecil yang dihuni oleh ratusan Kera Bali yang cukup jinak dan dapat diajak bermain – main disaat para wisatawan menikmati liburan di kawasan Wisata Ubud, Gianyar Bali.
Selain sebagai habitat kera Bali, hutan tersebut juga merupakan Kuburan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.pambali.com/pam_picture/zoom_11826036112312007_Monkey%20Forest%20Ubud.jpg" alt="" width="234" height="180" />Terletak diantara Desa Padang Tegal dan Nyuh Kuning, <a href="http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/gianyar/ubud-pusat-belanja-kerajinan.htm">Ubud</a>, Gianyar, tepatnya 26 km dari Kota Denpasar, terdapat sebuah hutan kecil yang dihuni oleh ratusan Kera Bali yang cukup jinak dan dapat diajak bermain – main disaat para wisatawan menikmati liburan di kawasan Wisata Ubud, Gianyar Bali.<br />
Selain sebagai habitat kera Bali, hutan tersebut juga merupakan Kuburan Desa, dan juga terdapat sebuah pura di dalamnya. Jadi sangatlah lengkap bila para wisatawan mendatangi tempat ini, maksudnya selain bermain dengan kera, wisatawan juga dapat melihat kuburan Bali dan pura dengan arsitektur Balinya. Dan bila tepat waktu sesekali dapat menyaksikan lengkap dengan upacara di pura (odalan) maupun upacara pembakaran mayat (ngaben).</p>
<p>Satu hal penting yaitu tidak mengganggu habitat monyet dan kita harus menyadarinya sebagi tamu di sana. Dan harus tetap berjalan di jalan yang aman.. monyet monyet akan menjadi sangat agresif apabila kita memasuki dan mengganggu wilayah mereka. Jangan sekali kali pernah mengganggu monyet monyet di sana apapun alasannya. Jika anda ingin memberikan makanan lakukan dengan hati hati dan jangan sekali kali menariknya lagi. Kita harus tetap menjaga kelestarian alam dan binatang di sana.</p>
<p>Daerah ini adalah daerah keramat dan terdapat peninggalan purbakala di dalamnya. Cobalah untuk meikmati keindahan dan keajaiban tempat ini dan di waktu yang sama kita juga tetap menjaga dan menghargai kehidupan di dalamnya.<br />
Kawasan ini berada di jalan utama kota Ubud mengarah kearah selatan berada di kaki sebuah bukit, dihuni oleh sejumlah kera yang selalu menunggu makanan yang akan diberikan pengunjung, kera-kera ini kadang-kadang marah jika pengunjung tidak memberikan apa-apa kepada mereka. Hutan seluas 8 hektar ini adalah salah satu pusat penangkaran monyet di Bali. Jalan setapak di antara rimbunnya pepohonan dan suara alam menyertai perjalanan mengelilingi hutan kecil ini selama 30 menit. Selain segerombolan monyet lucu yang berjalan, bergelantungan dan bermain di sepanjang jalan setapak, Anda juga dapat mengunjungi Pura Dalem Agung dan Pura Permandian Suci dengan 3 konsep pura. Pertama adalah Utama Mandala, yaitu tempat permandian para dewa. Pura kedua adalah Madia Mandala, di mana terdapat sebuah kolam suci.<br />
Dan yang ketiga adalah Nista Mandala sebagai tempat permandian untuk umum. Sekedar mengingatkan, monyet-monyet di sini hanya bersahabat bila tidak diganggu. Berhati-hatilah jika memberi makanan dan jangan memakai aksesori. Tempat ini dengan mudah dicapai dengan menyusuri Jalan Monkey Forest di Ubud atau cukup dengan berjalan kaki hanya sekitar 15 menit dari Jalan Raya Ubud,</p>
<p>Tarif masuk ke sanctuary ini adalah Rp. 10.000, untuk dewasa dan Rp. 5.000; untuk anak-anak.</p>
<p><a title="Situs Lowongan Kerja" href="http://www.situslowongankerja.com">referensi</a>: <a href="http://www.gianyartourism.com/id.opar.asp?lihat=opar&amp;id=KC04&amp;action=detail&amp;idopar=P50419487">Diparda Gianyar</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/gianyar/bercanda-dengan-kera-di-monkey-forest-ubud.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Desa Tradisional Pengelipuran</title>
		<link>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/bangli/desa-tradisional-pengelipuran.html</link>
		<comments>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/bangli/desa-tradisional-pengelipuran.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 04:08:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisatabali</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bangli]]></category>

		<category><![CDATA[Pengelipuran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisatabali.blogdetik.com/2008/05/03/desa-tradisional-pengelipuran/</guid>
		<description><![CDATA[Pengelipuran hanyalah sebuah desa kecil di pinggiran kota sejuk, Bangli, Bali sekitar 40 km dari kota Denpasar. Secara dinas Desa Pekraman Pengelipuran termasuk Kelurahan Kubu. Dihuni sekitar 200 kepala keluarga yang menempati sekitar 76 rumah keluarga atau satu rumah ditinggali sekitar 3 kepala keluarga. Kebanyakan dari mereka adalah petani. Meski sekarang sudah mulai ada yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengelipuran hanyalah sebuah desa kecil di pinggiran kota sejuk, Bangli, Bali sekitar 40 km dari kota Denpasar. Secara dinas Desa Pekraman Pengelipuran termasuk Kelurahan Kubu. Dihuni sekitar 200 kepala keluarga yang menempati sekitar 76 rumah keluarga atau satu rumah ditinggali sekitar 3 kepala keluarga. Kebanyakan dari mereka adalah petani. Meski sekarang sudah mulai ada yang menjadi pegawai negeri atau bekerja di sector pariwisata lainnya.</p>
</p>
<p>Pengelipuran adalah salah satu desa tradisional atau desa tua di Bali atau sering disebut Bali Aga atau Bali Mula. Merupakan salah satu tujuan wisata yang dipromosikan oleh Pemkab Bangli.</p>
</p>
<p>Tapi di desa kecil ini tradisi begitu kukuh dipegang oleh masyarakatnya. Terutama yang berkaitan dengan penataan pekarangan rumah. Di tengah gempuran arus modernisasi, keteguhan masyarakat Pengelipuran tampak dari rapinya penataan kawasan hunian masyarakat setempat. Memasuki desa pengelipuran laksana memasuki sebuah taman yang dibentuk dengan arsitektur maha sempurna. Jejeran rumah di sepanjang jalan berdiri rapi dengan pintu gerbang yang hampir seragam di setiap rumah. Rumah-rumah ini dibelah oleh sebuah jalan besar yang dipaping di bagian tengah dan ditamani rerumputan di pinggir kiri kanannya.</p>
</p>
<p>Penataan rumah dan pekarangan sangat ketat dan mengikuti ketentuan Asta Kosala-Kosali, Asta Bumi, Sikut Karang dan berbagai aturan yang tertulis maupun yang tidak tertulis lainnya. Karenanya, setiap pekarangan dan rumah di Desa Pengelipuran selalu mempunyai pola atau tatanan yang sama. Posisi paling barat ditempati oleh sebuah joli yaitu tempat tinggal utama. Dimana sebagian besar penghuni rumah tinggal disini. Juga dimanfaatkan untuk menerima tamu.</p>
</p>
<p>Masuk lebih dalam lagi akan dijumpai <em>pewaregan</em> atau dapur di bagian utara dan <em>bale saka nem</em> di sebelah selatan. Dapur memang berfungsi sebagai dapur dan tempat tinggal orang tua, dan kadang dipakai sebagai atempat mekemit (menyucikan diri, tapa brata) ketika seseoarng dari keluarga yang tinggal di pekarangan itu melakukan suatu ritual adat keagamaan. Sedangkan bale saka nem lebih banyak berfungsi untuk kegiatan manusa yadnya, yaitu ritual yang berkaitan dengan upacara terhadap manusia, seperti metatah dan tempat jenazah ketika salah seorang penghuni pekarangan itu meniggal dunia.</p>
</p>
<p>Lebih kedalam lagi dijumpai lesung di sebelah utara, berdampingan dengan lumbung di sebalah selatan. Lesung di sini ternyata diberi tempat khusus dan diberi atap. Fungsinya selain sebagai sarana untuk menumbuk padi, jagung atau bahan makanan lainnya, di sekitar lesung juga dimanfaatkan untuk <em>mebat</em> atau <em>metanding</em> ketika akan melaksanakan suatu kegiatan/ritual keagamaan. Diseberangnya berdiri lumbung yang dipakai sebagai tempat menyimpan hasil pertanian terutama gabah.</p>
</p>
<p>Paling ujunng atau paling timur adalah bangunan sanggah yang hamper berdampingan dengan kamar mandi. Mungkin kamar mandi merupakan hasil akulturi dari budaya modern. Karena sebelumnya masyarakat Pengelipuran lebih banyak memanfaatkan aliran sungai untuk kebutuhan MCK-nya.</p>
</p>
<p>Tradisi-tradisi lainnya pada umumnya sama dengan tradisi desa adat lainnya di Bali. Mulai dari perangkat desa adat dan system pemerintahan desa adat semua hampir sama dengan system pemerintahan desa adat pada umumnya. Jika di Tenganan konon wanita Desa Tenganan tidak diijinkan kawin keluar desa Tenganan, di Pengelipuran tradisi ini tidak ada.</p>
</p>
<p>Semangat masyarakat disana bukan cuma nampak dari cara mereka menata pekarangannya. Mereka juga sangat aktif mempertahankan tradisi-tradisi lainnya seperti seni tabuh. Semangat ini tampak ketika saya menyaksikan sendiri anak-anak Pengelipuran yang masih berumur 5 tahunan sampai berumur belasan tahun berlatih menabuh gamelan di bale banjar setempat. Beberapa saat saya terkagum-kagum melihat jari-jari anak-anak itu begitu lincah memainkan panggul gangsa menari di atas gangsa menghasilkan tetabuhan Bali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/bangli/desa-tradisional-pengelipuran.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Makanan Tradisional Bali</title>
		<link>http://www.wisatabali.net/restoran/makanan-tradisional-bali.html</link>
		<comments>http://www.wisatabali.net/restoran/makanan-tradisional-bali.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 10:17:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisatabali</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Restoran]]></category>

		<category><![CDATA[Wisata Kuliner]]></category>

		<category><![CDATA[makanan Bali]]></category>

		<category><![CDATA[makanan tradisional Bali]]></category>

		<category><![CDATA[wisata kuliner Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisatabali.blogdetik.com/2008/04/18/makanan-tradisional-bali/</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tidak terpukau dengan keindahan serta kedamaian yang dipancarkan oleh Pulau Bali? Keindahan Pulau ini memancing jutaan pasang mata, baik domestik maupun mancanegara untuk mengagumi keindahannya. Tak hanya panoramanya saja yang dicintai oleh masyarakat dunia, tetapi kulinernya pun menyimpan sejuta kelezatan yang tak kalah eksotisnya.
Masakan Bali memang terkenal dengan rasa pedas serta gurihnya.Mulai dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa yang tidak terpukau dengan keindahan serta kedamaian yang dipancarkan oleh Pulau Bali? Keindahan Pulau ini memancing jutaan pasang mata, baik domestik maupun mancanegara untuk mengagumi keindahannya. Tak hanya panoramanya saja yang dicintai oleh masyarakat dunia, tetapi kulinernya pun menyimpan sejuta kelezatan yang tak kalah eksotisnya.<br />
Masakan Bali memang terkenal dengan rasa pedas serta gurihnya.Mulai dari aneka sambal Bali, Gedang Mekuah, Lawar, Bebek Betutu, Sate Lilit, Ayam Pelalah , Tum Bebek,Wajik, Pancong, Jaja Batun Bedil, Bubuh Injin dan Godoh serta Pisang Rai dan mungkin masih banyak yang lainnya. Di balik kelezatan makanan di atas, ternyata tidak lah mudah untuk membuat makanan-makanan tersebut. Disamping bahan bakunya juga proses pembuatannya yang membutuhkan waktu, sehingga dapat mendapatkan hasil yang benar-benar lezat dan mak nyuuuus.</p>
<p>Sebagai contoh makanan yang populer di Bali adalah “Babi Guling dan Nasi Ayam Bali, di dalam makanan tersebut banyak sekali pelengkap yang disajikan selain bahan utamanya. Dan saya lihat sungguh tidak lah mudah untuk membuat itu semua.</p>
<p>Saat ini kita dapat menemui banyak sekali buku-buku resep makanan khas Bali yang sudah di modified, sehingga proses pembuatannya bisa lebih di sederhanakan. Tidak hanya itu banyak dari buku-buku itu yang di tulis oleh orang bule ( orang dari negara lain ), yang tentu saja mereka telah merasakan dan mencintai masakan tradisional Bali.</p>
<p>Selain buku-buku tersebut, saat ini juga sudah ada beberapa yang sudah membuka cooking class khusus untuk masakan Bali, baik yang bersifat pribadi maupun restaurant. Ini menandakan bahwa masakan tradisional Bali mempunyai citarasa dan keunikan tersendiri yang tidak di miliki di lain tempat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatabali.net/restoran/makanan-tradisional-bali.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kintamani, Pesona Gunung dan Danau Batur</title>
		<link>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/bangli/kintamani-pesona-gunung-dan-danau-batur.html</link>
		<comments>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/bangli/kintamani-pesona-gunung-dan-danau-batur.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 07:01:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisatabali</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bangli]]></category>

		<category><![CDATA[Kintamani Batur penelokan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisatabali.blogdetik.com/2008/04/18/kintamani-pesona-gunung-dan-danau-batur/</guid>
		<description><![CDATA[
Di daerah pegunungan sekitar Kintamani, terdapat Gunung Batur dengan danau kawah yang dalam dan mata air panas alami yang ada di Toyabungkah. Udara pegunungan yang sejuk disertai pemandangan ke seluruh arah, sama indahnya dengan keberadaan beberapa pura penting, yang telah membuat Kintamani menjadi salah satu tempat yang tidak terlupakan dalam agenda wisatawan Bali.
Gunung Batur adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.balitourdriver.com/images/edited/6.jpg" alt="Kintamani Bali" /></p>
<p>Di daerah pegunungan sekitar Kintamani, terdapat Gunung Batur dengan danau kawah yang dalam dan mata air panas alami yang ada di Toyabungkah. Udara pegunungan yang sejuk disertai pemandangan ke seluruh arah, sama indahnya dengan keberadaan beberapa pura penting, yang telah membuat Kintamani menjadi salah satu tempat yang tidak terlupakan dalam agenda wisatawan Bali.</p>
<p>Gunung Batur adalah salah satu gunung berapi kecil, namun letaknya berada di tengah-tengah kawah besar berdiameter 14 Km. Selain itu, Gunung Batur bersebelahan dengan Danau Batur yang berbentuk sabit yang dikelilingi tembok tinggi pinggiran kawah. Ukuran kecuraman kawah akan membuat Anda membayangkan letusan dahsyat dari Gunung Batur yang terjadi sepuluh ribu tahun yang lalu.</p>
<p><a href="http://www.wisatabali.net/wp-content/uploads/2008/04/dscn8964.jpg"><img src="http://www.wisatabali.net/wp-content/uploads/2008/04/dscn8964-300x225.jpg" alt="Gunung Batur Kintamani Bali" width="243" height="182" /></a>Gunung ini masih aktif sampai sekarang seperti penduduk Bali yang masih mengingat letusan yang terjadi pada tahun 1917 tersebut dimana letusan tersebut telah mengambil ribuan nyawa dan menghancurkan ratusan rumah penduduk Desa Batur Tua yang berada di dasar kaldera Batur. Selajutnya masyarakat yang masih hidup akhirnya mengungsi ke Desa Batur yang sekarang (Kalangayar, yang berarti tempat yang baru.) Pura Ulundanu Batur yang sebelumnya juga berada di dasar kaldera di sebelah selatan Gunung Batur turut dipindahkan ke tempatnya yang sekarang.</p>
<p>Pesona yang ditawarkan disini lebih banyak kepada wisata pemandangan alam. Pemandangan alamnya yang berupa kombinasi pemandangan Danau Batur dan Gunung Batur yang berdiri di tengah-tengah kaldera membuat daerah ini menjadi salah satu tujuan wisata paling favorit di Bali</p>
<p>Jika anda mempunyai waktu lebih dan suka petualangan atau fotografi, ada baiknya anda menginap di daerah sekitar Gunung Batur untuk kemudian besoknya melakukan pendakian Gunung Batur atau kaldera Batur di sebelah timur Gunung Batur sambil menikmati indahnya matahari terbit yang muncul dari balik Gunung Rinjani di Lombok.</p>
<p>Obyek wisata Kintamani dapat dicapai sekitar 2 jam perjalanan dari Denpasar atau Kuta. Bisa juga anda lewati ketika Anda inging berwisata ke Lovina.</p>
<p><strong>Penginapan</strong></p>
<p>Terdapat beberapa tempat penginapan mulai dari hotel berbintang sampai dengan jenis home stay di Kintamani. Anda dapat memilih salah satunya untuk menginap sesuai dengan budget Anda. Salah satu penginapan yang cukup baik di sekitar Kintamani adalah Penginapan <a href="http://www.lakesidebali.com">Lakeside Cottages</a> dan <a href="http://www.kintamanihotel.com">Under the Volcano II</a>, yang berlokasi di Toyabungkah.</p>
<p><strong>Restoran</strong></p>
<p>Di Penelokan (tempat melihat-lihat), terdapat beberapa restoran, dimana Anda dapat beristirahat dan mendapatkan menyantap makanan yang sesuai dengan selera Anda.</p>
<p><strong>Oleh-oleh khas Kintamani.</strong></p>
<p>Kintamani terkenal dengan mascot jeruknya. Jeruk bias menjadi alternative oleh-oleh ketika Anda mengunjungi Kintamani. Tapi banyak juga bertebaran took-toko souvenir sepanjang perjalan Denpasar-Kintamani terutama yang melewati jalur Tampaksiring.</p>
<p><strong>Apa yang menarik di Kintamani??</strong></p>
<p><strong>Wisata Trekking &amp; Hiking di Gunung Batur atau Kaldera Batur</strong></p>
<p>Jika anda punya waktu cukup dan suka petualangan kecil, ada baiknya anda menyempatkan diri menginap satu hari di Toya Bungkah untuk selajutnya mendaki ke puncak Gunung Batur untuk melihat matahari terbit. Anda dapat melakukan trekking ini dengan cara meminta pada sebuah kelompok guide lokal atau pelayanan wisatawan yang terdapat disana. Baca juga <a href="http://bali.ikads.com/jalan-jalan/batur-caldera-potensi-wisata-yang-masih-perawan.html">disini</a> untuk artikel tentang wisata trekking Kalder Batur</p>
<p><strong>Mengunjungi wisata kuburan Desa Trunyan</strong></p>
<p><em>Desa Trunyan</em>, merupakan salah satu Desa Tua, sering juga disebut <em>Bali Aga</em> atau <em>Bali Mula</em>. Masyarakat Desa Trunyan masih sangat memegang kuat tradisinya, terutama tradisi penguburan mayat. Penguburan mayat di Trunyan tidak dilakukan sebagaimana layaknya masyarakat di daerah lain menguburkan mayat. Mayat-mayat disana cuma dibungkus kain kafan selajutnya ditaruh di atas tanah dengan dikelilingi oleh &#8220;ancak saji&#8221; anyaman dari bamboo yang dibentuk sedemikian rupa, kemudian dipancangkan di sekeliling mayat. Hal yang unik adalah, meski mayat tidak ditanam dalam tanah, namun tidak mengeluarkan bau sedikit pun. Masyarakat percaya, bahwa bau mayat itu dinetralisir oleh pohon <em>taru menyan </em>yang tumbuh besar di areal pemakaman Desa Trunyan.<br />
Menurut cerita masyarakat, jaman dahulu kala mayat sengaja tidak ditanam untuk menghalangi bau pohon taru menyan yang konon menyebar sampai ke Jawa. Karena raja yang berkuasa di Trunyan pada waktu itu takut daerahnya diserang lantaran harumnya pohon taru menyan, maka beliau berinisiatif menetralisir bau kelewat harum itu dengan tidak mengubur mayat masyarakat yang meniggal. Akhirnya sampai sekarang tradisi itu masih dipegang teguh oleh masyarakat.</p>
<p><strong>Menikmati air panas alami di Toyabungkah</strong></p>
<p>Toya Bungkah merupakan salah satu kawasan yang mempunyai air panas alami di Bali. Sampai-sampai pujangga sekaliber Sutan Takdir Alisjahbana mendirikan sebuah rumah yang selajutnya dipakai ajang seni oleh masyarakat sekitarnya pada tahun 70-80an. Ada dua macam air panas di sana, yang pertama dikelola oleh Yayasan milik Desa Adat Batur, sedangkan yang satu lagi dikelola oleh perusahaan. Ada baiknya anda coba air panas ini, karena dengan suhu yang mencapai 30-45 derajat air panas Toyabungkah dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit.</p>
<p><strong>Mengunjungi Pura Ulundanun Batur<br />
</strong><em>Pura Ulun Danu Batur</em>, letaknya dekat dengan Desa Batur. Ini adalah pura terpenting setelah Besakih. Pura Batur merupakan salah satu pura Kahyangan Jagat, yaitu pura-pura terpenting di Pulau Bali. Sangat baik dikunjungi setiap waktu sepanjang tahun, khususnya selama Odalan, yang biasa terjadi pada Bulan Maret namun tergantung pada bulan purnama, dimana didedikasikan pada Dewi Danu. Danau Batur dipercaya sebagai sumber irigasi seluruh pulau Bali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/bangli/kintamani-pesona-gunung-dan-danau-batur.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kuta, Pantai yang Wajib Dikunjungi</title>
		<link>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/badung/kuta-pantai-yang-wajib-dikunjungi.html</link>
		<comments>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/badung/kuta-pantai-yang-wajib-dikunjungi.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 06:23:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisatabali</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Badung]]></category>

		<category><![CDATA[Bali Pantai Kuta surfing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisatabali.blogdetik.com/2008/04/18/kuta-pantai-yang-wajib-dikunjungi/</guid>
		<description><![CDATA[Pantai Kuta adalah pantai yang wajib dikunjungi jika Anda  pergi ke Bali. Kuta memang merupakan sentral pariwisatanya Bali. Selain pantainya yang  tenang dengan pasir putihnya, di Kuta juga merupakan pusat hiburan di Bali. Selain sebagai pusat hiburan, pantai Kuta juga merupakan pantai  surganya para surfer. Dengan ombak yang untuk menantang nyali para [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/00/1a/78/cd/sunset-at-kuta.jpg" alt="kuta" width="369" height="276" />Pantai Kuta adalah pantai yang wajib dikunjungi jika Anda  pergi ke Bali. Kuta memang merupakan sentral pariwisatanya Bali. Selain pantainya yang  tenang dengan pasir putihnya, di Kuta juga merupakan pusat hiburan di Bali. Selain sebagai pusat hiburan, pantai Kuta juga merupakan pantai  surganya para surfer. Dengan ombak yang untuk menantang nyali para surfer baik surfer pemula maupun yang sudah pro.</p>
<p>Yang terkenal di pantai Kuta adalah sunset. Karena memang letaknya bertepatan dengan terbenamnya matahari.</p>
<p>Apa saja yang bisa anda nikmati di seputar pantai Kuta?</p>
<ol>
<li><strong>Berjemur.</strong> Bagi anda yang doyan berjemur di pantai, Kuta adalah tempat yang paling      nyaman untuk itu. Meski pengunjungnya cukup ramai, tapi angin yang      brehembus langsung dari Samudera Pasifik dikombinasikan dengan hangatnya      matahari di sela suara ombak, memberi nuansa suasana tropis yang sangat      enak dinikmati. Bisa juga Anda berjemur sambil dipijat oleh para pemijat      yang banyak menawarkan jasanya disana.</li>
<li><strong>Temporary      Tatoo</strong>.  Suka menghias tubuh Anda?      Disini pusatnya temporary tato. Berbagai pilihan motif bisa anda lukis di      tubuh Anda. Dijamin aman dari AIDS dan bisa bertaham sampai beberapa      minggu.</li>
<li><strong>Surfing.</strong> Suka tantangan dan suka berbasah-basah dengan air laut? Cobalah Anda      melakukan surfing. Jika Anda belum mahir surfing, banyak surfer-surfer      yang menawarkan kuliah singkat buat surfer pemula.</li>
<li><strong>Berenang di      pantai</strong>. Ombaknya lumayan besar. Perhatikan tanda-tanda dimana Anda      tidak boleh berenang. Meski ada petugas Balawista, sebaiknya anda tetap      memperhatikan peringatan dan tanda-tanda yang dipasang dimana anda boleh      dan dilarang berenang.</li>
<li><strong>Clubbing dan      hiburan malam lainnya</strong>. Jika anda suka hiburan malam, di Bali Kuta lah      pusatnya. Anda bisa coba beberapa tempat yang sudah ternama seperti Double      Six, Kamasutra, Kudeta, Living Room, Hard Rock dan puluhan tempat lainnya.</li>
<li><strong>Water sport</strong>,      seperti parasailing dan paragliding.</li>
<li><strong>Shopping, </strong>Kuta      adalah pusatnya artshop. Sepanjang jalan Anda akan temukan berbagai art      shop yang menawarkan aneka ragam souvenir, pakaian dan berbagai barang      lainnya.</li>
<li><strong>Menikmati      Sunset. </strong></li>
<li><strong>Wisata Kuliner, </strong>berbagai jenis restoran dengan harga yang terjangkau sampai harga      bintang lima      bisa anda temukan disini</li>
<li><strong>Dan masih      banyak lagi. </strong></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/badung/kuta-pantai-yang-wajib-dikunjungi.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mencumbu Dolphin di Lovina</title>
		<link>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/buleleng/melihat-dolphin-di-lovina.html</link>
		<comments>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/buleleng/melihat-dolphin-di-lovina.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 10:15:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisatabali</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Buleleng]]></category>

		<category><![CDATA[dolphin]]></category>

		<category><![CDATA[lovina lumba lumba]]></category>

		<category><![CDATA[singaraja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisatabali.blogdetik.com/2008/04/17/melihat-dolphin-di-lovina/</guid>
		<description><![CDATA[Atraksi wisata paling menarik di Lovina adalah ketika mengejar lumba-lumba. Selain itu, ombaknya yang tenang juga cocok untuk berenang, snorkling, diving, berlayar, atau sekadar keliling dengan perahu motor.
Lovina merupakan tempat wisata paling terkenal di Bali Utara. Kawasan wisata ini meliputi dua kecamatan yaitu Desa Pemaron, Desa Tukadmungga, Desa Anturan dan Desa Kalibukbuk yang masuk Kecamatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.bali-pictures.com/data/media/45/dolphin.jpg" alt="Dolphin" width="342" height="256" />Atraksi wisata paling menarik di Lovina adalah ketika mengejar lumba-lumba. Selain itu, ombaknya yang tenang juga cocok untuk berenang, snorkling, diving, berlayar, atau sekadar keliling dengan perahu motor.</p>
<p>Lovina merupakan tempat wisata paling terkenal di Bali Utara. Kawasan wisata ini meliputi dua kecamatan yaitu Desa Pemaron, Desa Tukadmungga, Desa Anturan dan Desa Kalibukbuk yang masuk Kecamatan Buleleng sedangkan Desa Kaliasem dan Desa Temukus masuk Kecamatan Banjar. Keduanya masuk wilayah Kabupaten Buleleng. Desa yang terletak paling Timur yaitu Desa Pemaron berjarak sekitar 5 km barat Singaraja dan desa paling barat yaitu Desa Temukus sekitar 12 km dari Singaraja. Pusat kawasan Lovina terletak 10 km dari Kota Singaraja atau sekitar 210 dari Denpasar.</p>
<p>Untuk menuju Lovina dari Denpasar ada beberapa jalur alternatf yaitu jalur Denpasar - Bedugul - Singaraja-Lovina, jalur Denpasar-Bedugul-Seririt-Lovina, atau Denpasar-Gilimanuk-Lovina. Dua jalur pertama perlu waktu sekitar dua jam dengan jalan naik turun melewati daerah dingin, Bedugul. Sedangkan jalur Gilimanuk perlu waktu dua kali lipat dari jalur melewati Bedugul. Jalur terakhir bisajadi pilihan jika Anda tidak ingin melewati jalur berkelok-kelok dan naik turun yang bagi sebagian orang membuat mabuk darat.</p>
<p>Daya tarik berwisata Lovina adalah pantai dengan air laut biru dan tenang. Pasir di tempat ini berwarna kehitam-hitaman sehingga mungkin tidak pas untuk berjemur. Namun karena ombaknya yang tenang, kita bisa berenang di pinggir pantai atau sekadar berendam. Selesai berenang atau berendam, kita berbaring di kursi tidur yang disediakan hotel-hotel di dekat pantai. Atau kalau toh tidak ada kursi tidur, kita bisa saja hanya duduk di atas pasir di bawah rimbun pohon. Sepanjang pantai sekitar 2 km yang membujur arah timur barat ini memang terdapat berbagai tanaman seperti ketapang dan waru sehingga kita bisa berteduh di bawah pohon tersebut.</p>
</p>
<p>Hal yang paling membuat Lovina dikenal adalah atraksi wisata melihat lumba-lumba (Orcaella breviroustris) di laut kawasan Lovina. Ikan berwarna hitam kecoklatan ini setiap pagi dan sore berloncatan di lepas pantai Lovina sekitar 2 km dari daratan. Atraksi ini bisa dikatakan paling menarik karena tiap pagi, dan kadang-kadang sore, ratusan turis berlomba mendekati binatang mamalia laut tersebut. Untuk bisa menikmatinya, kita harus membayar Rp 30.000 per orang. Kita bisa tanya ke hotel tempat kita menginap atau langsung datang ke pantai esok pagi karena ada beberapa orang yang siap memandu Anda.</p>
<p>Untuk bisa menikmati lumba-lumba dengan leluasa, sebaiknya Anda bangun sekitar pukul 05.45 wita. Sebab, perahu yang akan membawa kita mengejar lumba-lumba biasanya berangkat pukul 06.00 wita. Pada jam tersebut, suasana masih gelap dan, meski di dekat pantai, udara masih dingin. Dipilihnya waktu pagi tersebut selain karena pada jam tersebut lumba-lumba senang keluar juga karena kita bisa menikmati matahari terbit dari tengah laut.</p>
<p>Perahu yang kita tumpangi berukuran sangat ramping. Lebarnya tak lebih dari satu meter dan panjang sekitar 10 m. Tiap perahu berisi maksimal empat penumpang dan satu kapten perahu dimana tiap orang duduk di atas kayu kecil melintang di tubuh perahu. Mendorong perahu ke laut sebelum ditumpangi bisa jadi cara bagus untuk melepaskan energi dan melemaskan badan sebelum menikmati lumba-lumba. Maka, tidak usah ragu-ragu membantu kapten mendorong perahu.</p>
<p>Perjalanan dimulai. Perahu digerakkan mesin kecil yang membawa kita menuju ke tengah. Sebagai pengimbang, di kanan kiri perahu itu terdapat semacam sayap. Perahu pun melaju membelah air pantai Lovina yang begitu tenang. Di kakan kiri kita, beberapa perahu sejenis dengan dua sampai empat penumpang di dalamnya sedang menuju ke arah yang sama, tengah laut. Suasana masih remang-remang sedangkan di ufuk mulai terlihat semburat jingga pertanda matahari segera menyapa dunia.</p>
<p>Sekitar 2 km dari pantai, ufuk berwarna jingga semakin berubah merah. Namun matahari masih terhalang awan-awan hitam di kaki langit. Perahu-perahu tetap berkejaran seperti siluet karena semburat merah di latar belakang mereka. Lumba-lumba belum terlihat dan gelombang laut mulai terasa lebih besar dari sebelumnya. Perahu melaju perlahan setelah berjalan sekitar 15 menit. Kali ini haluannya berubah ke barat. Lumba-lumba belum juga ada yang terlihat. Perahu semakin banyak, hingga 50an. Lalu, ups, beberapa ekor lumba-lumba meloncat ke permukaan air. Kapal-kapal mengejar ke arah mana lumba-lumba itu berenang. Rombongan lumba-lumba lain terlihat di sisi lain. Kali ini lebih banyak, sekitar 4 ekor. Mereka meloncat ke permukaan air laut lalu kembali tenggelam. Kadang-kadang hanya sirip hitam mereka yang terlihat di permukaan air.</p>
<p>Semakin siang, rombongan ikan lumba-lumba semakin banyak terlihat. Kulit mereka terlihat licin mengkilat kena sinar matahari. Pagi itu mereka mengarah ke barat. Perahu-perahu pun menambah kecepatan melaju mengikuti rombongan binatang pintar tersebut. Jika Anda ingin mendapatkan gambar lumba-lumba yang bagus, sebaiknya kamera selalu dalam posisi siap jepret. Sebab gerakan ikan itu sangat cepat sehingga kadang-kadang ketika kita menjepret mereka ketika meloncat, kamera kita hanya menangkap ketika mereka sudah tenggelam. Juga sebaiknya gunakan kamera berkemampuan jarak jauh karena jarak antara ikan dengan perahu sekitar 5 meter. Akan lebih bagus lagi kalau Anda membawa handycam sehingga bisa merekan lumba-lumba itu dengan sempurna.</p>
<p>Ada kalanya rombongan lumba-lumba itu tidak muncul ke permukaan dalam waktu lama. Kalau sudah demikian, biasanya perahu-perahu yang mengejar itu pun berhenti atau hanya berputar-putar. Gelombang laut pun terasa lebih menggoncang perahu ramping kita. Ketika lumba-lumba itu muncul, kembali perahu digerakkan mengejar lumba-lumba. Turis-turis kembali berseru dan 50-an perahu seperti berlomba saling mendekati lumba-lumba. Toh, perahu-perahu itu saling mengerti, tanpa ada yang tabrakan meski saling mengejar. Hal ini bisa jadi hiburan tersendiri.</p>
<p>Sekitar 1,5 jam mengejar lumba-lumba, binatang laut itu semakin lama tidak muncul hingga akhirnya tinggal beberapa perahu yang masih bertahan menunggu, sisanya kembali. Sinar matahari juga mulai terasa menyengat meski masih pagi. Sebelum kembali ke daratan, kapten perahu biasanya menyuguhkan minuman teh hangat dan pisang goreng. Kita bisa menikmatinya sambil dipermainkan gelombang. Di daratan terlihat bebukitan menjadi pemandangan tersendiri. Hingga setelah puas minum teh hangat, perahu pun kembali ke pantai.</p>
<p>Selesai mengejar lumba-lumba, kita bisa kembali ke hotel dan menikmati sarapan di restoran lalu beristirahat. Namun ada pula turis yang hanya sarapan lalu kembali ke pantai. Kali ini untuk snorkling di Taman Laut Lovina yang berada sekitar 50 meter dari pantai ke arah laut. Untuk itu kita harus bayar lagi Rp 30.000 dan kita mendapat snorkle, sepatu katak (fin), dan baju pelampung. Di Taman Laut ini kita bisa melihat alam bawah laut Lovina. Meski jauh pesonanya dibandingkan Pulau Menjangan, Nusa Lembonga, atau yang lain, tidak ada salahnya kita menikmati. Sebab ikan-ikan tropisnya juga lumayan menarik. ketika kita lemparkan roti ke arah mereka,ikan-ikan itu akan saling mengejar roti tersebut. Selama sekitar satu jam kita bisa menikmati ikan-ikan dan karang laut Lovina.</p>
<p>Jika tidak terlalu tertarik untuk snorkling, kenapa tidak mencoba tempat-tempat menarik di Lovina. Tempat paling ramai di sepanjang Lovina adalah Lovina Centre yang masuk wilayah Desa Kalibukbuk. Di tempat ini terdapat monumen lumba-lumba sebagai tanda bahwa lumba-lumbalah daya tarik utama pantai berbatas laut jawa ini. Monumen lumba-lumba itu tingginya sekitar lima meter dengan seekor lumba-lumba di bagian atasnya. Di dasar monumen, empat ekor lumba-lumba lebih kecil mengelilingi monumen tersebut. Dengan latar belakang laut di sebelah utara, monumen ini bisa jadi latar belakang foto yang menarik. Tempat lainnya adalah Jl Ketapang Kalibukbuk yang berjarak sekitar 500 meter dari Lovina Centre. Tempat ini mirip tempat pertama tersebut namun tidak ada monumen lumba-lumbanya.</p>
<p>Setelah itu Anda bisa menyusuri pantai. Dengan pasir hitam, berjalan sepanjang pantai memang terasa sangat panas. Namun sepanjang pantai itu terdapat pohon ketapang dan waru yang bisa tempat istirahat dan berteduh. Ada pula beberapa bale kecil yang memudahkan kita duduk. Selain itu, ada pula trotoar untuk pejalan kaki sekitar 10 meter dari bibir pantai. sehingga kita juga menyusuri pantai di trotoar. Enaknya lagi, trotoar itu kadnag melewati restoran sehingga kalau lapar Anda tinggal berhenti dan menghilangkan haus di sana. Kawasan Lovina ini memang ditunjang oleh banyaknya fasilitas kepariwisataan di seperti kafe, akomodasi baik hotel berbintang, hotel melati, pondok wisata maupun homestay, restoran, artshop, travel agent, bahkan money changer. Harga hotel misalnya sangat bervasriasi antara Rp 60.000 per malam hingga Rp 500.000 per malam. Dengan harga murah tersebut, rata-rata tamu yang mengunjungi di Lovina memilih tinggal lama (long stay).</p>
<p>Posisi Lovina yang berada di jalur utama Gilimanuk-Singaraja memudahkan turis kalau ingin menikmati tempat lain. Biasanya hotel tempat kita menginap menawarkan beberapa paket perjalanan. Misalnya paket diving ke Pulau Menjangan, treking ke Taman Nasional Bali Barat (TNBB), atau perjalanan sehari ke Bedugul. Pilihan terakhir bisa jadi referensi. Selain menikmati perjalanan ke Bedugul yang berjarak sekitar 25 km dari Lovina, perjalanan balik biasanya melewati Banyuatis yang terkenal karena kopinya. Di tempat ini, selain bisa melihat tanaman kopi dan bagiamana selukbeluknya, kita juga bisa melihat proses pascapanen kopi hingga siap diminum. Anda bisa mencoba sendiri bila ke sana. Dari tempat inilah kopi bali yang ternama itu berasal. Perjalanan kembali dari Banyuatis ke Lovina akan melwati medan naik turun berkelok-kelok dengan latar belakang laut jawa dan Kota Singaraja nun jauh di bawah sana. Hingga sampailah kita di Lovina kembali.</p>
<p>Beranjak senja, semburat cahaya merah di ufuk barat juga mulai terlihat. Suasana di sekitar pantai juga mulai gelap karena sedikitnya lampu penerang. Maka tibalah waktunya untuk kembali ke hotel untuk mempersiapkan diri menyambut hiburan malam. kafe-kafe sepanjang Jl Hotel Puri Bagus dan Jl Binaria menyajikan suasana malam yang tidak jauh berbeda dengan Kuta. Bahkan di sini lebih nikmat karena lebih sepi dan kita masih bisa debur ombak perlahan sambil menikmati bir atau minuman penghangat lainnya.</p>
<p>Artikel diambil dari <a href="http://jirovun.multiply.com/journal/item/6/Lumba-lumba_dan_Tenangnya_Ombak_di_Lovina">sini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/buleleng/melihat-dolphin-di-lovina.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tirtagangga, Istana Air Tempat Pemandian Raja-Raja Karangasem</title>
		<link>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/karangasem/tirtagangga-istana-air.html</link>
		<comments>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/karangasem/tirtagangga-istana-air.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 10:12:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisatabali</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Karangasem]]></category>

		<category><![CDATA[istana air]]></category>

		<category><![CDATA[tirta gangga]]></category>

		<category><![CDATA[tirtagangga]]></category>

		<category><![CDATA[water palace]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisatabali.blogdetik.com/2008/04/17/tirtagangga-istana-air/</guid>
		<description><![CDATA[
Sejarah:
Tirtagangga dibangun pada tahun 1948 oleh Raja Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem. Taman air ini dikonstruksi dalam arsitektur yang sangat unik dengan gaya Bali dan Cina.
Lokasi:
Tirtagangga terletak di Desa Ababi, Kecamatan Abang-sekitar 83 km dari Denpasar dan 6 km dari Amlapura ke utara.
Fasilitas:
Fasilitas yang tersedia di daerah ini antara lain hotel-hotel kecil, restoran-restoran kecil, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.karangasemtourism.com/place_of_interest/tirtagangga/place-tirtagangga.jpg" alt="" width="330" height="219" /></p>
<p><strong>Sejarah:</strong><br />
Tirtagangga dibangun pada tahun 1948 oleh Raja Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem. Taman air ini dikonstruksi dalam arsitektur yang sangat unik dengan gaya Bali dan Cina.</p>
<p><strong>Lokasi:</strong><br />
Tirtagangga terletak di Desa Ababi, Kecamatan Abang-sekitar 83 km dari Denpasar dan 6 km dari Amlapura ke utara.</p>
<p><strong>Fasilitas:</strong><br />
Fasilitas yang tersedia di daerah ini antara lain hotel-hotel kecil, restoran-restoran kecil, dan warung-warung serta areal parkir yang luas.</p>
<p><strong>Deskripsi:</strong></p>
<p><img src="http://www.karangasemtourism.com/place_of_interest/tirtagangga/place-tirtagangga1.jpg" alt="" width="190" height="259" /> Tirtagangga terletang pada daerah 1,2 hektar yang terdiri atas tiga kompleks. Kompleks pertama yakni pada bagian paling bawah dapat ditemukan dua kolam teratati dan air mancur. Kompleks kedua adalah bagian tengah dimana dapat ditemukan kolam renang; sementara, pada bagian ketiga, yakni kompleks ketiga, kita dapat menemukan tempat peristirahatan raja.</p>
<p>Sebelum konstruksi Tirtagangga, terdapat sumber mata air besar di daerah ini; sehingga masyarakat setempat menyebut daerah ini &#8220;embukan&#8221; yang artinya mata air.</p>
<p>Mata air itu kemudian difungsikan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan air dan juga sebagai &#8220;pemurnian&#8221; dari para Dewa. Untuk tujuan ini, mata air ini dianggap suci dan sacral.</p>
<p>Aspek religius dalam mengkonstruksi Tirtaganga untuk rumah istirahat raja dan juga untuk fungsi umum layak untuk disaksikan.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.karangasemtourism.com/id/lokasi_wisata/tirtagangga/">http://www.karangasemtourism.com/id/lokasi_wisata/tirtagangga/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/karangasem/tirtagangga-istana-air.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ubud, Surga Belanja Kerajinan &#38; Pusat Budaya</title>
		<link>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/gianyar/ubud-pusat-belanja-kerajinan.html</link>
		<comments>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/gianyar/ubud-pusat-belanja-kerajinan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 10:12:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisatabali</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Gianyar]]></category>

		<category><![CDATA[budaya Bali]]></category>

		<category><![CDATA[handicraft]]></category>

		<category><![CDATA[kerajinan tangan]]></category>

		<category><![CDATA[seni]]></category>

		<category><![CDATA[ubud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisatabali.blogdetik.com/2008/04/17/ubud-pusat-belanja-kerajinan/</guid>
		<description><![CDATA[Ubud sudah terkenal sejak jaman dahulu, kira kira sejak tahun 1920an. Ketika artis, componist dan orang orang terpelajar dari barat ( luar negeri ) datang untuk mencari kenikmatan hidup.
Ubud terkenal dengan lukisannya, patung – patung, kerajinan tangan, gambelan ( traditional musik ) dan tariannya. Banyak lukisan menggambarkan tentang bali yang bias di dapat di gallery [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.wpb-radon.com/Bills%20photos/Monkey%20Sanctuary%20Ubud%20Bali.jpg" alt="" width="317" height="212" />Ubud sudah terkenal sejak jaman dahulu, kira kira sejak tahun 1920an. Ketika artis, componist dan orang orang terpelajar dari barat ( luar negeri ) datang untuk mencari kenikmatan hidup.</p>
<p>Ubud terkenal dengan lukisannya, patung – patung, kerajinan tangan, gambelan ( traditional musik ) dan tariannya. Banyak lukisan menggambarkan tentang bali yang bias di dapat di gallery gallery kecil di seputaran ubud, dan ada juga museum seperti Neka art Museum, Lempad Gallery, Museum Puri lukisan dan Antonio Blanco Gallery.</p>
<p>Untuk Gambelan, alat musik tradisional dan tarian bali bisa di temukan di sanggar sanggar seni seperti “ Sekehe Gong Sadya Budaya “ atau organisasi organisasi musik tradisional yang biasanya pentas ke luar negeri seperti Eropa dan Negara – Negara Asia. Memprioritaskan keabadian seni utamaya pertunjukan seni dan kegiata ritual. Untuk mencapai sukses yang estetis Sadha Budaya melanjutkan pengembangannya dengan memperluas kemampuan dalam memaninkan gambelan.</p>
<p>Di ubud bisa dijumpai banyak hotel hotel mewah dan seni juga hotel hotel kelas ekonomi. Ubud juga disebut sebagai desa wisatawan mancanegara. Ubud juga lengkap dengan biro biro inforasi wisata. Juga banyak tempat tempat wisata seperti monkey forest dan lain lainnya. Yang merupakan sifat dari orang orang di Ubud yang selalu menerima baik setiap wisatawan yang datang ke ubud.</p>
<p>Ubud dikenal sebagai pusat budaya Bali, tempat ini telah menarik perhatian wisatawan yang terpesona dengan kebudayaan Bali sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu, dimana seniman, komponis dan sarjana barat datang mencipta dan mengadakan riset sambil menikmati kebahagian hidup di Ubud.</p>
<p><img src="http://img2.travelblog.org/Photos/10828/34357/f/175543-The-Ubud-Palace-0.jpg" alt="" width="159" height="210" />Ubud terkenal akan seni lukisnya, seni patung, seni tabuh dan juga seni tarinya, namun selain berbagai obyek wisata yang terdapat di dalam kota. Ubud juga memiliki pura, peninggalan purbakala dan pusat kerajinan tangan yang menarik untuk dikunjungi yang terdapat di sekitar kota.</p>
<p>Pusat kota terdapat pada persimpangan dimana pasar dan terminal angkutan umum bertemu. Setiap minggu di Ubud dipentaskan berbagai pertunjukan kesenian tradisional seperti tarian Kecak,Legong, Barong, Mahabarata,Ramayana, Wayang Kulit dan Musik Gamelan.</p>
<p>Didaerah ini banyak terdapat hotel mewah, artistik dan akomodasi sederhana yang diminati wisatawan, malahan Ubud sering mendapat sebutan sebagai “ Desa Wisata&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/gianyar/ubud-pusat-belanja-kerajinan.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pantai Medewi, Surga Surfing di Jembrana</title>
		<link>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/jembrana/pantai-medewi-surga-surfing-di-jembrana.html</link>
		<comments>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/jembrana/pantai-medewi-surga-surfing-di-jembrana.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 10:10:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisatabali</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jembrana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisatabali.blogdetik.com/2008/04/17/pantai-medewi-surga-surfing-di-jembrana/</guid>
		<description><![CDATA[Pantai Medewi, Surga Surfing di Jembrana
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pantai Medewi, Surga Surfing di Jembrana</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/jembrana/pantai-medewi-surga-surfing-di-jembrana.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
